Komplotan polisi gadungan yang kerap beraksi di sejumlah wilayah di Sumsel, akhirnya diringkus oleh Polres Musi Banyuasin (Muba).
Mereka yakni Ahmad Emza (meninggal dunia saat ditangkap), Egi Muzakir (27), Febriansyah (33), dan Ardiansyah (25).
Kapolres Muba, AKBP Siswandi mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan para pelaku ini kerap beraksi diantaranya di Lahat, Muara Enim dan terakhir di Muba. Modus yang mereka gunakan sama yakni mengaku sebagai anggota polisi dan membawa korbannya ke dalam mobil dengan mata tertutup.
Kemudian, korban diajak berkeliling dan diminta untuk menghubungi keluarganya untuk sejumlah uang tebusan.
“Dari penangkapan tersangka, pihaknya menyita sejumlah barang bukti berupa senjata api mainan, bukti transfer korban dan kendaraan yang digunakan,” katanya saat memberikan keterangan pers, Jumat (30/9).
Saat beraksi di Muba, Kamis (15/9) lalu, komplotan ini mendatangai lima korbannya yang merupakan warga Desa Mekar Jaya, Kecamatan Bayung Lencir. Para korban diminta untuk masuk ke dalam mobil dengan mata tertutup.
“Pelaku ini mengaku sebagai anggota polisi dan menangkap korban dengan alasan bermain judi,” terangnya.
Dalam perjalanan, korban diminta menghubungi pihak keluarga untuk menyerahkan uang sebesar Rp30 juta. Situasi itu dilaporkan keluarga korban ke pihak kepolisian yang langsung ditanggapi dengan melakukan penyelidikan.
“Saat hendak ditangkap, para pelaku berusaha melarikan diri, sehingga terjadi kerjar-kejaran,” kata dia.
Mobil yang berhasil dihentikan, membuat para pelaku tersudut dan memberikan perlawanan dengan mengeluarkan senjata api. Pihak kepolisian yang mengetahui hal itu mengambil tindakan tegas dan terukur.
Dengan menembak para pelaku, alhasil Ahmad Emza yang merupakan pecatan anggota polisi tewas tertembak, sedangkan Febriansyah mengalami luka tembak dibagian bokong.
