RELUNG.ID – Harapan keluarga untuk menemukan Gibran Farelio (12) dalam keadaan selamat akhirnya pupus. Setelah dilakukan pencarian intensif oleh tim SAR gabungan selama hampir satu hari, siswa kelas VI SD itu ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Enim, Kabupaten Muara Enim, Selasa (28/7/2026).
Korban ditemukan sekitar pukul 17.20 WIB dalam kondisi mengapung di tepi Sungai Enim, tepatnya di kawasan Lesehan Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul. Lokasi penemuan berjarak sekitar satu kilometer dari titik awal korban dilaporkan tenggelam saat mandi bersama dua rekannya.
Warga yang ikut membantu proses pencarian menjadi pihak pertama yang menemukan jasad korban. Tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi korban sebelum menyerahkannya kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan dimakamkan.
Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut. Ia juga mengapresiasi kerja sama seluruh unsur SAR dan masyarakat yang terlibat dalam operasi pencarian.
“Atas nama keluarga besar Basarnas, kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah bekerja sama sehingga korban dapat ditemukan,” ujarnya.
Dengan ditemukannya korban, Basarnas secara resmi menutup operasi pencarian dan mengembalikan seluruh personel ke instansi masing-masing.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI, Polri, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, PT Bukit Asam (PTBA), PT Pama, PT SBS, relawan hingga masyarakat setempat yang turut melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Enim.
Raymond kembali mengingatkan masyarakat agar lebih mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sungai, terutama bagi anak-anak. Menurutnya, pengawasan orang tua menjadi faktor penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
“Jangan biarkan anak-anak mandi atau berenang di sungai tanpa pendampingan. Keselamatan harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Basarnas juga mengimbau masyarakat agar segera menghubungi layanan darurat 115 atau Kantor SAR terdekat apabila menghadapi kondisi yang membahayakan keselamatan jiwa, sehingga penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.[THQ]

