Sejumlah jet tempur dikerahkan guna mengawal pendaratan pesawat Singapore Airlines. Hal ini menyusul adanya teror bom dalam pesawat tersebut.
Kementerian Pertahanan Singapura dalam pernyataannya pada Rabu (28/9) mengatakan, seorang penumpang laki-laki berusia 37 tahun mengklaim ada bom di tas tangannya.
“Ancaman bom kemudian ditemukan palsu,” kata kementerian, seperti dimuat Reuters.
Pesawat yang tebang dari San Francisco itu kemudian berhasil mendarat di Bandara Internasional Changi, Singapura.
Saat ini tersangka telah ditangkap dan polisi melanjutkan penyelidikan. Namun hingga kini belum ada informasi lebih lanjut.
Seorang jurubicara Singapore Airlines mengatakan semua penumpang dan awak lainnya telah mendarat dengan selamat dengan normal pada Rabu pukul 09.20 waktu setempat.

