RELUNG.ID– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Prabumulih meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau dengan menyiagakan empat posko tanggap bencana yang beroperasi selama 24 jam.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mempercepat deteksi dini sekaligus respons terhadap potensi kebakaran maupun bencana kekeringan di wilayah yang masuk kategori rawan.
Kepala BPBD Kota Prabumulih, Sriyono SH, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi untuk meminimalkan risiko karhutla. Salah satunya dengan mengoptimalkan fungsi empat posko tanggap bencana yang tersebar di sejumlah titik strategis.
“Empat posko ini berfungsi sebagai pusat informasi, pemantauan kebakaran hutan dan lahan, sekaligus pemantauan kondisi kekeringan yang berpotensi terjadi selama musim kemarau,” ujar Sriyono, yang akrab disapa Yono, Senin (3/8/2026).
Keempat posko tersebut berada di lokasi yang berdekatan dengan kawasan rawan karhutla. Posko pertama berada di samping Kantor Camat Prabumulih Selatan, Kecamatan Prabumulih Selatan.
Posko kedua berlokasi di kawasan Delinom, tepat di samping Puskesmas Delinom, Kelurahan Karang Raja, Kecamatan Prabumulih Timur. Posko ketiga berada di Jalan Taman Murni, Kelurahan Gunung Ibul Barat, Kecamatan Prabumulih Timur, sedangkan posko keempat berada di Kecamatan Prabumulih Barat.
Menurut Yono, seluruh posko beroperasi selama 24 jam setiap hari guna memastikan setiap laporan kebakaran maupun kondisi darurat lainnya dapat ditangani dengan cepat.
Untuk mendukung operasional tersebut, setiap posko diperkuat tiga regu petugas yang bekerja secara bergantian sehingga kesiapsiagaan personel tetap terjaga sepanjang waktu.
“Setiap regu terdiri dari enam personel yang bertugas secara bergiliran. Mereka dilengkapi berbagai sarana dan prasarana pendukung seperti mobil pemadam kebakaran, peralatan pemadaman, alat komunikasi, serta perlengkapan penunjang lainnya,” jelasnya.[SMP]

