Sebuah kapal yang membawa Migran dari Lebanon tenggelam di lepas pantai Suriah, Kamis sore waktu setempat (22/9).
Insiden tersebut merupakan insiden paling mematikan sejak sejumlah besar warga Lebanon, Suriah dan Palestina mencoba untuk melarikan diri akibat krisis.
Dalam kejadian tersebut, setidaknya 34 orang tewas dan 20 orang lainya masih dirawat di Rumah Sakit Al-Basel di kota pesisir Tartus. Sebagian besar mereka yaitu migran Lebanon dan Suriah, dan beberapa tanpa surat-surat identitas.
Dilansir dari The Association Press, kapal tersebut membawa lebih dari 150 orang, dan diperkirakan lebih dari 100 migran masih hilang di laut. Meski demikian, belum diketahui pasti jumlah penumpang di kapal migran tersebut.
Saat ini, Gubernur Tartus Abdulhalim Khalil dilaporkan telah mengunjungi 20 korban selamat di rumah sakit.

