RELUNG.ID — Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan memasuki fase penguatan dari udara. Satu helikopter water bombing bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah tiba di Palembang, Jumat (14/8/2026).
Kedatangan armada tambahan tersebut membuat total enam helikopter water bombing kini disiagakan untuk mendukung operasi pemadaman karhutla di Sumsel.
Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan tambahan armada udara diperlukan seiring meningkatnya eskalasi karhutla di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut juga mulai berdampak terhadap kualitas udara dan memicu kabut asap.
“Helikopter water bombing tambahan sudah tiba di Palembang. Jadi sekarang ada enam helikopter water bombing yang disiagakan untuk penanganan karhutla di Sumsel,” ujar Sudirman, Jumat (14/8/2026).
Menurut Sudirman, penguatan armada udara menjadi penting karena tidak seluruh titik kebakaran dapat dijangkau secara efektif melalui jalur darat. Helikopter memungkinkan petugas melakukan pembasahan langsung dari udara pada lokasi yang sulit ditembus tim pemadam.
“Penambahan helikopter ini untuk memperkuat penanganan karhutla, terutama karena eskalasinya meningkat,” katanya.
Meski enam helikopter water bombing telah tersedia, BPBD Sumsel masih menunggu satu unit tambahan.
Sebelumnya, Pemprov Sumsel telah mengusulkan dua helikopter tambahan kepada pemerintah pusat untuk memperkuat operasi pemadaman selama puncak musim kemarau.
“Masih menunggu satu lagi. Sebelumnya kita sudah mengusulkan dua unit tambahan untuk penanganan karhutla,” ujar Sudirman.
Dengan demikian, apabila satu unit terakhir tersebut tiba, kekuatan water bombing Sumsel akan bertambah menjadi tujuh helikopter.
Penguatan armada ini dilakukan ketika Sumsel menghadapi periode rawan karhutla pada puncak musim kemarau. Kondisi lahan yang semakin kering membuat api lebih mudah menyebar, sementara sejumlah sumber air di lokasi kebakaran mulai terbatas.
Selain armada water bombing, BPBD Sumsel masih mengoperasikan dua helikopter patroli udara. Armada tersebut memiliki fungsi berbeda dengan helikopter water bombing. Jika water bombing digunakan untuk menjatuhkan air ke lokasi kebakaran, patroli udara berperan membantu pemantauan kondisi karhutla dari udara dan mendukung identifikasi titik yang membutuhkan penanganan.
“belum ada penambahan untuk armada patroli udara tersebut,”kata dia.[THQ]

