RELUNG.ID- Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan komitmennya untuk menjaga hak dan kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN) di tengah kondisi fiskal daerah yang sedang menghadapi tekanan.
Herman Deru memastikan kebijakan efisiensi anggaran tidak akan dilakukan dengan memangkas penerimaan atau take home pay ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel.
Hal tersebut disampaikan Herman Deru saat menyerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada 491 PNS Pemprov Sumsel di Griya Agung, Palembang, Kamis (13/8/2026) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru mengakui kondisi keuangan Sumsel saat ini tidak dalam kondisi yang mewah. Namun, ia menegaskan keterbatasan fiskal bukan alasan untuk mengurangi hak ASN.
“Saya selalu tekankan kepada para pejabat yang membidangi masalah take home pay pegawai, juga para kepala daerah, bupati dan wali kota, jangan diganggu take home pay penerimaannya,” tegas Herman Deru.
Menurutnya, pemerintah tetap memiliki berbagai rencana dan program pembangunan yang harus dijalankan. Namun, program tersebut tidak akan berjalan optimal apabila kesejahteraan aparatur sebagai pelaksana pemerintahan terganggu.
“Tidak ada sedikit pun terbersit untuk mengurangi take home pay. Betul kita punya rencana, punya program pembangunan yang lain, tetapi tidak akan pernah berhasil sebuah program bagi setiap pembina kepegawaian kalau kesejahteraan pegawainya terganggu,” ujarnya.
Herman Deru menilai ASN memiliki peran penting dalam memastikan roda pemerintahan dan pembangunan daerah tetap berjalan. Karena itu, dedikasi dan kesejahteraan aparatur harus menjadi perhatian dalam pengelolaan pemerintahan.
Ia juga mengingatkan para ASN agar tidak larut menghadapi berbagai kritik dan sorotan publik, terutama yang muncul melalui media sosial.
“Kalau ada satu-dua yang dikritik, jangan kita sibuk membalas. Kita jawab saja dengan kerja dan perbaikan etos kerja,” katanya.
Herman Deru menyampaikan hal tersebut di hadapan ratusan penerima Satyalancana Karya Satya yang mendapatkan penghargaan atas masa pengabdian 10, 20 dan 30 tahun.
Sebanyak 491 PNS menerima penghargaan tersebut. Rinciannya, 377 orang menerima penghargaan untuk masa pengabdian 10 tahun, 60 orang untuk 20 tahun dan 54 orang untuk 30 tahun.
Menurut Herman Deru, penghargaan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap ASN memiliki kontribusi terhadap keberhasilan pemerintahan, terlepas dari pangkat maupun golongan.
“Kesuksesan dari setiap produk bagi pimpinan di setiap organisasi kerja itu disebabkan karena dedikasi, karena etos, karena kebersamaan di antara Bapak-Ibu sekalian dalam mengemban tanggung jawab sehingga mempersembahkan hasil-hasil terbaik,” katanya.
Ia pun meminta seluruh ASN tetap menjaga semangat kerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat meskipun pemerintah daerah menghadapi tantangan fiskal.
Herman Deru menegaskan, pengelolaan anggaran harus dilakukan secara efisien dan tepat sasaran, tetapi efisiensi tidak boleh mengorbankan kesejahteraan aparatur yang menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Saya ingin menunjukkan dan mengajak kita semua bahwa kita ini adalah orang penting, orang yang berguna. Jangan pernah merasa bahwa kita ini orang yang tidak terhitung. Apa pun pangkat dan golongan kita, kita tetap harus bersemangat untuk terus berkontribusi dalam jalannya roda pemerintahan dan pembangunan di daerah,” pungkasnya.[DSK]

