Badai tropis menerjang Jepang Barat Daya, Senin (19/9) waktu setempat. Akibatnya, satu orang tewas dalam kejadian tersebut, dan beberapa warga lainnya mengalami luka-luka hingga diantaranya masih dinyatakan hilang.
Tak hanya menyebabkan korban jiwa, badai tropis ini juga mengakibatkan jalan-jalan perumahan dibanjiri air berlumpur dari sungai, dan beberapa rumah kehilangan aliran listrik.
Prefektur Miyazaki, Yoshiharu Maeda mengatakan, pria yang tewas ini ditemukan di dalam mobilnya yang tenggelam di dalam air di sebuah peternakan. “Warga yang hilang tersebut akibat tertimbun tanah longsor,” katanya dikutip dari APNews.
Berdasarkan pernyataan Badan Meteorologi Jepang, disebutkan Nanmadol telah dilanda tiupan angin dengan kecepatan kecepatan 108 kilometer per jam dan hembusan hingga 162 kilometer per jam. Akibatnya, puluhan ribu orang menghabiskan malam di gimnasium dan fasilitas lainnya dalam evakuasi pencegahan rumah-rumah yang rentan.
Lebih dari 60 orang terluka, termasuk mereka yang jatuh karena hujan atau terkena pecahan kaca, menurut laporan media Jepang.
Angin kencang menghancurkan papan nama. Sebuah derek konstruksi patah dan sebuah jendela di ruang pachinko pecah di kota Kagoshima, barat daya Jepang.
Kereta peluru dan maskapai penerbangan menangguhkan layanan. Peringatan dikeluarkan tentang tanah longsor dan sungai yang meluap. Jaringan toko serba ada dan layanan pengiriman ditutup sementara di barat daya Jepang, sementara beberapa jalan raya ditutup dan orang-orang mengalami beberapa masalah dengan sambungan telepon seluler.
Badai diperkirakan akan terus menurunkan hujan di jalur timur lautnya di atas pulau utama Jepang Honshu, sebelum bergerak ke Tokyo dan kemudian timur laut Jepang.

