Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel bakal mengutus tim untuk mengusut kebenaran laporan, terkait adanya siswa yang merokok di dalam kelas dan kenakalan siswa lainnya.
Hal ini menyusul viralnya video, seorang Kepala Sekolah di SMA Negeri 1 Ogan Ilir yang menampar siswa satu kelas.
Kepala Disdik Sumsel, Riza Pahlevi telah mendapatkan informasi dugaan aksi kekerasan tersebut. Tentunya, aksi ini sangat disayangkan dapat terjadi.
Dari informasi yang diterimanya, dugaan kekerasan ini terjadi karena kepala sekolah mendapatkan laporan terkait siswa yang merokok. Selain itu, ada guru yang sampai berhenti mengajar karena tidak tahan dengan kenakalan para siswa di kelas tersebut.
“Saya sangat prihatin. Tapi, yang namanya kekerasan itu tidak diperkenankan,” tegasnya.
Seharusnya, guru terlebih dahulu memberikan teguran dan memanggil orangtua siswa untuk melaporkan perbuatan kenakalan anak mereka. Jika memang orangtua tersebut tidak terima diajarkan secara benar di sekolah. Maka, murid tersebut dapat dikembalikan ke orangtua mereka.
“Orangtua juga harus introspeksi diri, jika memang anaknya tidak boleh disentuh atau diajarkan dengan baik. Maka, silakan masuk ke sekolah lainnya,” tegasnya.
Karena itu, pihaknya akan mengutus tim untuk melakukan pengecekan dan mencari tahu kebenaran di sekolah tersebut. “Kami akan pastikan dulu kejadian ini,” pungkasnya.

