Menteri Haji dan Umrah Tawfiq Al-Rabiah Saudi bakal melakukan kunjungan resmi ke Kementrian Agama (Kemenag) untuk membahas peningkatan kuota haji di tahun 2023 mendatang.
“Presiden menginginkan jawaban yang jelas terkait kemungkinan penambahan kuota haji tahun depan,” kata Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas, seperti dikutip dalam sebuah pernyataan yang dibagikan kepada Arab News, Kamis (15/9).
Seperti diketahui, sejak pandemi haji dibatasi hanya 1.000 orang yang tinggal di Arab Saudi pada tahun 2020. Kemudian, di tahun 2021, Kerajaan membatasi ziarah menjadi 60.000 peserta domestik, dibandingkan dengan 2,5 juta sebelum pandemi.
Arab Saudi menyambut lebih dari 1 juta jemaah haji dari luar negeri tahun ini setelah mencabut sebagian besar pembatasan COVID-19, dengan lebih dari 100.000 berasal dari Indonesia.
“Kami harap di tahun depan Indonesia mendapatkan peningkatan kuota haji,” harapnya.
Dia membeberkan, pada 2019, kuota jemaah haji Indonesia sekitar 220.000, lebih dari dua kali lipat jumlah tahun ini. Beberapa orang Indonesia telah berada dalam daftar tunggu untuk melakukan haji selama lebih dari 30 tahun.
“Kementerian telah mengajukan permintaan untuk menaikkan kuota awal bulan ini, dan sedang menunggu pemerintah Saudi untuk mengumumkan keputusan mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Duta Besar Saudi untuk Indonesia Essam bin Abed Al-Thaqafi mengatakan ini akan menjadi kunjungan resmi pertama Al-Rabiah ke negara Asia Tenggara itu.
“Kami berharap kunjungan Menteri Haji dan Umrah Saudi ini mendapat sambutan khusus dan berjalan lancar, dan tentunya dalam kunjungan ini akan dibahas penambahan kuota jemaah haji Indonesia,” pungkasnya.

