Kementrian Perindustrian (Kemenperin) mencatat sebanyak 1.594 unit kendaraan listrik atau xEV terjual dalam pameran GIIAS ke-29 pada Agustus lalu.
Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Taufiek Bawazier, Kamis (15/9).
Dia mengatakan saat ini minat masyarakat kepada kendaraan rendah emisi mengalami peningkatan di tengah kenaikan harga BBM. Hal ini tujuannya untuk mengurangi konsumsi BBM dan melakukan diversifikasi energi sehingga tidak lagi bergantung kepada minyak.
Hal ini terbukti dengan penjualan yang tercatat dalam hingga. Dimana, penjualan untuk kendaraan teknologi elektrifikasi (xEV) mencapai 1.594 unit. Rincian kendaraan tersebut yakni 1.274 unit BEV/ KBLBB dan 320 unit kendaraan hybrid.
“Penjualan ini jauh lebih besar daripada penjualan EV selama satu tahun periode di tahun 2021,” katanya.
Dalam gelaran GIIAS ke-19 pada Agustus lalu, Kemenperin mencatat total transaksi mencapai Rp11,74 triliun untuk pembelian sebanyak 26.658 unit kendaraan. Capaian ini merupakan rekor tertinggi sepanjang terselenggaranya GIIAS.
“Pameran GIIAS secara langsung akan menjadi pengungkit faktor produktivitas sekaligus sebagai bukti bahwa industri otomotif yang dijadikan sebagai sektor andalan, dapat memberikan sumbangsih nyata bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia,” tegas Taufiek.
Menurutnya, industri otomotif menjadi kontributor utama terhadap sektor industri alat angkutan. Saat ini, telah memiliki total 21 perusahaan industri kendaraan bermotor roda empat. Industri kendaraan bermotor roda empat memiliki total investasi sebesar Rp139,37 triliun, dan kapasitas produksi sebanyak 2,35 juta unit per tahun.
Industri otomotif ini menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 38 ribu orang, serta lebih dari 1,5 juta orang yang bekerja di sepanjang rantai pasok otomotif dari tier-1 sampai tier-3. Sektor ini juga mampu memberikan devisa yang signifikan melalui capaian ekspornya.
Kinerja ekspor industri otomotif Indonesia sampai Juli 2022 mencapai 238 ribu unit kendaraan CBU dengan nilai sebesar USD2,95 miliar, kemudian ekspor 60 ribu set kendaraan CKD dengan nilai sebesar USD71,159 juta, dan ekspor 10,27 juta pieces komponen dengan nilai USD1,18 miliar.
“Kami harap penyelenggaran GIIAS di Surabaya 2022 kali ini dapat mendorong tercapainya green mobility dalam industri otomotif Indonesia.” pungkasnya.

