RELUNG.ID – Perusahaan teknologi asal India, Arc, mengumumkan kemitraan dengan Qualcomm Technologies dalam pengembangan konsol gim genggam berbasis Android, Arc X1.
Kemitraan tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam pengembangan Arc X1 yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pasar India.
Melalui kerja sama ini, Arc X1 akan mengintegrasikan berbagai solusi Qualcomm di bidang komputasi, kecerdasan buatan (AI), serta konektivitas nirkabel.
Meski demikian, Arc belum mengungkap cip Qualcomm yang akan digunakan pada perangkat tersebut. Belum diketahui apakah Arc X1 akan menggunakan cip Snapdragon yang biasa digunakan pada smartphone atau Snapdragon seri G yang memang dirancang untuk perangkat gim.
Informasi lebih detail mengenai spesifikasi cip yang digunakan masih menunggu pengumuman resmi dari pihak Arc.
Arc mengembangkan X1 dengan pendekatan yang berbeda dari sejumlah konsol genggam yang telah beredar.
Perusahaan tersebut ingin menghadirkan perangkat yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan konsumen India, bukan sekadar menggunakan kembali perangkat keras yang sebelumnya dirancang untuk pasar Barat maupun China.
Selain perangkat keras, Arc juga mengembangkan sistem operasi berbasis Android sendiri yang diberi nama OwlOS.
OwlOS dirancang dengan antarmuka yang dioptimalkan untuk penggunaan kontroler. Sistem tersebut juga akan dilengkapi optimalisasi performa pada tingkat sistem serta dukungan terhadap berbagai gim lintas platform.
Kehadiran dukungan gim lintas platform ini mengindikasikan bahwa Arc ingin membuat Arc X1 tidak hanya berfokus pada gim Android, tetapi juga memberikan akses terhadap pengalaman bermain dari berbagai platform.
Untuk melibatkan pengguna dalam proses pengembangan, Arc membuka program daftar tunggu melalui situs resminya. Pengguna yang mendaftar berkesempatan ikut dalam proses pengujian sekaligus mencoba Arc X1 lebih awal.
Program pengujian tersebut dibagi menjadi dua tahap. Tahap kedua telah dimulai sejak 1 Agustus 2026.
Salah satu pendiri Arc, Jobin Joseph, mengatakan perusahaan ingin menitikberatkan efisiensi performa dibandingkan sekadar mengejar kemampuan komputasi tinggi.
“Kami meyakini bahwa masa depan perangkat keras gim terletak pada efisiensi performa, bukan sekadar kekuatan mentah,” ujar Joseph.
Menurutnya, efisiensi performa per watt menjadi faktor penting untuk perangkat yang menyasar pasar seperti India.
Hal tersebut berkaitan dengan kebutuhan terhadap perangkat yang portabel, memiliki daya tahan baterai panjang, sekaligus tetap terjangkau.
“Kepemimpinan Qualcomm Technologies dalam komputasi hemat daya menjadikan mereka mitra teknologi yang ideal bagi ARC. Bersama-sama, kami membangun generasi baru perangkat keras gim yang menghadirkan pengalaman bermain imersif bagi lebih banyak pemain di India dan pasar negara berkembang,” katanya. (LWM)

