RELUNG.ID – Sejumlah produk pertanian dan perikanan asal Sumsel diekspor ke 12 negara.
Ekspor ini melalui terminal peti kemas Pelabuhan Boom Baru, Palembang.
Salah satu produk diekspor yaitu paha kodok ke Negara Prancis.
Baca Juga: Terinspirasi dari Mobil Klasik, Breitling Keluarkan Tiga Jam Tangan Seharga Ford Mustang
Kepala Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sumsel, Azhar Ismail mengatakan, terdapat sejumlah produk yang diekspor ini, mulai dari kayu olahan, bubuk teh, santan kelapa, palm kernel expeller, karet lempengan, dan kelapa bulat.
Dimana, total ekspor pertanian dan perikanan asal Sumsel ini senilai Rp153 miliar.
“Untuk komoditas perikanan, paha kodok sejumlah 17.076 kilogram senilai Rp2,3 miliar dikirim ke Perancis,” katanya.
Baca Juga: Baldur’s Gate 3 Raih Gelar Game Of The Year 2023, Valorant Game Esport Terfavorit
Azhar juga menyoroti dua komoditas asal Sumsel yang rutin diekspor dan mengalami peningkatan signifikan, yaitu karet lempengan dengan pasar ekspor ke Jepang, Amerika Serikat, Tiongkok, India, Srilanka, dan Rusia.
“Kami tidak hanya memberikan fasilitasi di border, tetapi juga melakukan pendampingan pemenuhan persyaratan ekspor agar produk diterima di negara tujuan pasarnya,” ungkap Azhar.
Sementara itu, Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat M Panggabean menekankan peran karantina dalam memfasilitasi kelancaran arus barang, khususnya komoditas pertanian dan perikanan.
Baca Juga: Renault 5 E-Tech Siap Debut Global di 2024
“Karantina Indonesia hadir untuk mendorong kemudahan berusaha dan kelancaran arus barang, baik untuk ekspor, impor, maupun kebutuhan konsumsi masyarakat,” ujarnya.
Pihaknya menjalankan serangkaian tindakan karantina untuk memastikan kesehatan, keamanan, dan kelayakan komoditas.
Sahat juga menginformasikan tentang integrasi lembaga yang dipimpinnya, yakni Karantina Pertanian dan Karantina Ikan yang sebelumnya berada di bawah Kementerian Pertanian dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, kini diintegrasikan untuk menjaga kinerja perdagangan di pasar global.
Baca Juga: 3 Hero MLBB Ini Wajib Dicoba di Rank! Yuk Simak
“Kita pastikan komoditas dapat diterima di negara tujuan dengan baik, bebas hama penyakit, dan memenuhi persyaratan teknis,” pungkasnya.

