RELUNG.ID – Kevin Diks mendapat kepercayaan baru di Timnas Indonesia. Bek FC Copenhagen tersebut resmi ditunjuk sebagai kapten skuad Garuda untuk menghadapi turnamen FIFA ASEAN 2026.
Penunjukan Kevin Diks dilakukan setelah kapten sebelumnya, Jay Idzes, dipastikan absen dari turnamen. Tugas tersebut disambut Kevin dengan rasa bangga.
“Ini merupakan kehormatan besar bagi saya,” ujar Kevin Diks seusai menjalani latihan di Stadion Madya Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Kevin menyadari absennya Jay Idzes membuat tanggung jawab yang dipikul para pemain menjadi lebih besar. Namun, kondisi tersebut menurutnya juga menjadi kesempatan bagi seluruh anggota skuad untuk mengambil peran masing-masing.
“Kami merindukan Jay, tetapi tentu saja karena dia tidak ada di sini, kami harus mengambil tanggung jawab lebih,” katanya.
Sebagai kapten, Kevin Diks diharapkan mampu menjadi salah satu pemimpin di dalam skuad, terutama dalam menjaga fokus dan kekompakan tim selama turnamen berlangsung.
Pemain berusia 29 tahun itu juga mengaku optimistis dengan kesiapan Timnas Indonesia. Penilaiannya tersebut muncul setelah melihat langsung intensitas latihan skuad Garuda sejak persiapan dimulai.
“Kami menjalani sesi latihan yang intens dan bagus langsung sejak awal, dan menurut saya itu hal yang positif,” tutur Kevin.
Timnas Indonesia akan mengawali perjuangan di FIFA ASEAN 2026 dengan menghadapi Singapura. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (25/9/2026).
Setelah menghadapi Singapura, Indonesia akan bertemu Malaysia pada 28 September 2026. Bangladesh kemudian menjadi lawan terakhir Indonesia di fase grup pada 1 Oktober 2026.
Indonesia tergabung di Grup A Divisi 1 bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh. Sementara Grup B dihuni Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan dengan seluruh pertandingan grup dipusatkan di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.
FIFA ASEAN 2026 menjadi turnamen perdana yang digelar mulai 24 September hingga 5 Oktober 2026. Ajang tersebut diikuti 14 negara peserta dari kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya. (YSF)

