Taiwan menegaskan tidak akan segan mengusir bahkan menembak pesawat tak berawak asal China dari wilayahnya apabila melanggar batas wilayah.
Peringatan tersebut datang setelah rekaman video yang diambil dari pesawat tak berawak yang berputar di atas pasukan yang di tempatkan di Kotapraja Lieyu di Kabupaten itu beredar di situs microblogging Tiongkok Sina Weibo pada Sabtu (27/8).
“Pasukan telah melihat pesawat tak berawak di atas Kotapraja pada hari Sabtu, dan telah menentukan itu menjadi pesawat tak berawak sipil,” kata peringatan itu, seperti dikutip dari Taipei Times, Minggu (28/8).
“Sesuai dengan prosedur standar, pasukan menembakkan suar peringatan ke pesawat tak berawak dan bersiaga tinggi,” sambungnya.
Pada 16 Agustus, sebuah video terpisah beredar di Sina Weibo yang menunjukkan pasukan Taiwan melemparkan batu ke pesawat tak berawak China yang memasuki wilayah udara di atas Pulau Erdan.
Insiden itu dikritik oleh Kementerian Pertahanan Nasional sebagai upaya China dalam perang kognitif dan memicu debat publik tentang bagaimana militer harus menanggapi taktik ‘zona abu-abu’ yang didefinisikan sebagai tindakan koersif yang dilakukan oleh aktor yang tampaknya non-negara atau non militer.
CEO GEOSAT Aerospace & Technology Inc. Lo Cheng-fang mengatakan bahwa tentara tidak perlu ragu untuk menggunakan senjata kontra-drone jika ada yang terlihat di wilayah udara teritorial Taiwan.
“Ketika dihadapkan dengan taktik zona abu-abu China yang provokatif, hal terburuk yang dapat dilakukan Taiwan adalah tidak melakukan apa-apa, karena itu hanya akan mendorong Beijing untuk lebih agresif,” katanya.

