RELUNG.ID – Penamaan KRI Sriwijaya disambut baik oleh Sultan Palembang Darussalam.
KRI Sriwijaya ini dinilai bukan sekadar nama, namun pengingat kejayaan maritim di masa lampau.
Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja menilai, penggunaan nama Sriwijaya pada kapal perang tersebut bukan sekadar pemberian identitas.
Menurutnya, nama Sriwijaya membawa ingatan tentang perjalanan panjang sejarah Sumatera Selatan sebagai salah satu pusat kekuatan maritim di kawasan Nusantara.
“Terima kasih kepada TNI dan Pak Panglima TNI karena sudah memberikan nama Sriwijaya kepada kapal perang NKRI kita,” kata Fauwaz, Kamis (1/7/2026).
Fauwaz mengatakan, Sriwijaya dalam catatan sejarah dikenal sebagai kedatuan yang berkembang pesat di Sumatera Selatan dan memiliki pengaruh luas di kawasan Asia Tenggara.
Ia menyebut pengaruh Sriwijaya pada masa lalu tidak hanya terbatas di wilayah yang kini menjadi bagian dari Indonesia, tetapi juga menjangkau sejumlah kawasan Asia Tenggara.
“Kedatuan Sriwijaya sendiri di masa lalu merupakan kedatuan yang sangat besar dan sangat disegani oleh seluruh dunia, khususnya di Nusantara, termasuk wilayah Thailand, Filipina dan lain-lain,” ujarnya.
Karena itu, menurut Fauwaz, nama Sriwijaya yang kini dibawa sebuah kapal perang TNI AL memiliki makna lebih dari sekadar penamaan. Nama tersebut dapat menjadi pengingat bahwa Nusantara memiliki sejarah panjang sebagai kawasan yang memiliki kekuatan maritim.
Ia berharap semangat kejayaan maritim yang pernah melekat pada Sriwijaya dapat menjadi inspirasi bagi Indonesia di masa kini.
“Kita berharap kejayaan di masa lalu dapat kita raih juga dan dapat dibesarkan pada masa kini,” katanya.
Keberadaan KRI Sriwijaya-100 juga dinilai dapat membawa kembali nama Sumatera Selatan ke ruang yang lebih luas. Bagi Fauwaz, warisan sejarah Sriwijaya tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga bagian dari identitas Indonesia.
“Kami berharap dengan nama Sriwijaya ini bukan hanya mengharumkan nama masyarakat Sumatera Selatan, tapi juga mengharumkan nama Indonesia, bahwa Indonesia memiliki pertahanan yang sangat kuat,” ujarnya.
Fauwaz berharap penggunaan nama Sriwijaya pada kapal perang tersebut dapat berjalan beriringan dengan penguatan pertahanan Indonesia melalui modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista).
Menurutnya, penambahan alutsista diperlukan untuk memperkuat kemampuan pertahanan dan keamanan Indonesia di tengah perkembangan lingkungan strategis global.
“Mudah-mudahan dengan adanya alutsista yang baru ini dan mudah-mudahan ke depan ada penambahan alutsista, dapat memperkuat defensif dan ofensif kekuatan pertahanan dan keamanan kita di dunia,” pungkasnya. (DSK)

