Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Saturday, 10 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Ditanya Soal Situasi Kabut Asap Palembang, Wali Kota Enjoy dan Mengaku Masih Sempat Berolahraga
Regional

Ditanya Soal Situasi Kabut Asap Palembang, Wali Kota Enjoy dan Mengaku Masih Sempat Berolahraga

alwiBy alwi06/10/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Wali Kota mengaku masih cukup enjoy dengan kondisi Palembang saat ini, di tengah kabut asap dan kualitas udara yang masuk kategori berbahaya. (Ilustrasi/generative AI - Relung)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Di tengah kabut asap yang semakin pekat menyelimuti Kota Palembang, pernyataan Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengenai kondisi udara justru menuai sorotan.

Ketika ditanya mengenai kondisi udara Palembang yang memburuk akibat kabut asap karhutla, Ratu Dewa mengaku dirinya masih merasa enjoy. Ia bahkan menyebut aktivitas olahraga tetap berjalan seperti biasa.

Baca juga :   Pemkot Palembang Mendadak Ganti Sekda

Melansir IDN Times, pernyataan tersebut disampaikan Ratu Dewa kepada wartawan saat ditemui di Griya Agung Palembang, Senin (5/10/2026).

“Kalau saya sebenarnya sih ya, sampai sekarang tidak ya, karena mungkin saya enjoy-enjoy saja,” ujar Ratu Dewa.

Dalam video wawancara yang kemudian beredar luas dan diunggah ulang oleh sejumlah akun media sosial, Ratu Dewa juga mengakui menerima banyak laporan masyarakat yang mulai terganggu dengan kabut asap, termasuk keluhan sesak napas.

Namun, kondisi tersebut disebut tidak membuat aktivitas pribadinya berhenti. “Terus aktivitas olahraga masih rutin,” katanya.

Baca juga :   H-3 Lebaran, Bus AKAP dan Mobil Pribadi Mulai Dominasi Jalinteng Empat Lawang

Pernyataan tersebut muncul ketika kondisi udara Palembang sedang menjadi perhatian serius. Pada hari yang sama, kualitas udara dilaporkan berada pada kategori berbahaya, dengan konsentrasi polutan jauh melampaui ambang aman.

Di tengah kondisi tersebut, keluhan warga juga semakin nyata. Mata perih, batuk hingga sesak napas menjadi keluhan yang muncul ketika kabut asap semakin tebal, terutama pada sore hingga malam hari. Banyak masyarakat yang menderita ISPA bahkan ada yang kehilangan nyawa.

Situasi ini menempatkan pernyataan kepala daerah dalam sorotan karena pengalaman pribadi seorang pejabat tentu tidak serta-merta menggambarkan kondisi yang dialami seluruh masyarakat.

Pemerintah Kota Palembang sendiri menyatakan sedang menyiapkan regulasi berupa Peraturan Wali Kota (Perwali) untuk memberikan sanksi kepada pemilik lahan, baik perorangan maupun perusahaan, apabila terbukti menyebabkan kebakaran.

Baca juga :   Peringati Hari Ibu, Janda di Palembang Dapat Bantuan Modal Usaha

Namun bagi warga yang setiap hari harus menghirup asap, persoalannya bukan hanya mengenai regulasi yang sedang disiapkan. Mereka membutuhkan udara yang aman untuk dihirup.

Dinilai Tak Menunjukkan Sense of Crisis

Pengamat sosial Bagindo Togar menilai pernyataan Ratu Dewa menunjukkan persoalan empati sosial dan cara pemerintah membaca situasi yang sedang dihadapi masyarakat.

“Inilah kalau pemimpin tidak punya rasa empati sosial dan tidak memiliki sense of crisis. Ketika masyarakat mengeluhkan sesak napas dan kualitas udara memburuk, pemimpin justru mengatakan dirinya masih enjoy dan tetap bisa berolahraga,” kata Bagindo.

Baca juga :   Ampera Tourism Run 2025 Jadi Magnet Wisata Olahraga, Bima Arya Apresiasi Palembang

Menurutnya, kepala daerah semestinya tidak mengukur kondisi berdasarkan pengalaman pribadi, melainkan melihat situasi berdasarkan indikator kesehatan, kualitas udara dan kondisi masyarakat secara keseluruhan.

Terlebih, kabut asap telah menimbulkan keluhan kesehatan di tengah masyarakat dan kasus ISPA juga mengalami peningkatan.

“Kalau wali kota masih bisa menikmati olahraga di tengah kondisi udara yang membahayakan, itu menunjukkan ada jarak antara apa yang dirasakan pemerintah dan apa yang dialami warga. Tidak bisa ukuran kondisi udara hanya berdasarkan apakah wali kota merasa nyaman atau tidak,” tegasnya.

Bagindo mengatakan kondisi kabut asap seharusnya diperlakukan sebagai situasi yang membutuhkan respons cepat dan terukur.

Baca juga :   Kabut Asap Pekat, Polres Lubuklinggau Bagikan Masker

Menurutnya, dampak kabut asap tidak semata-mata menyangkut kenyamanan, tetapi juga kesehatan masyarakat sehingga respons pemerintah harus menunjukkan tingkat kewaspadaan yang sebanding dengan risiko yang dihadapi warga.

Ia juga mempertanyakan kondisi Ratu Dewa dalam menghadapi situasi tersebut. “Coba dicek dulu di tengah kabut asap saat ini apakah wali kota itu sehat kondisi psikologisnya. Jangan hanya fisik saja, jangan-jangan kondisi psikologisnya juga tidak sehat,” pungkasnya. (YSF)

Kabut Asap Ratu Dewa Wali Kota Enjoy Wali Kota Palembang
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSumsel Masih Berasap, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Tiga Wilayah
Next Article Meski Dikepung Kabut Asap, Suporter Euforia di Jembatan Ampera Usai Timnas Juara
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20264 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,863 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,738 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,711 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?