RELUNG – Jumlah titik panas atau hotspot di Sumatera Selatan (Sumsel) turun menjadi 1.959 titik hingga Sabtu (10/10/2026) pukul 06.00 WIB. Namun, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih tinggi. Kualitas udara di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bahkan dilaporkan mencapai angka 570 atau masuk kategori berbahaya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, jumlah hotspot tersebut turun 1.352 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 3.311 titik.
Meski mengalami penurunan, kebakaran masih terjadi di sejumlah daerah. BPBD Sumsel mencatat 55 kejadian karhutla pada Jumat (9/10/2026), dengan estimasi luas lahan terbakar mencapai 218,16 hektare.
Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan pihaknya terus memantau persebaran titik panas untuk mengetahui perkembangan karhutla di wilayah Sumsel.
Data BPBD yang bersumber dari Sistem Monitoring Karhutla (Sipongi) Kementerian Kehutanan menunjukkan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi daerah dengan hotspot terbanyak, yakni 1.224 titik.
Musi Banyuasin berada di urutan kedua dengan 333 titik, disusul Banyuasin 158 titik dan Muara Enim 142 titik.
Hotspot di Kabupaten Lahat tercatat 27 titik, Ogan Ilir 24 titik, Musi Rawas 10 titik, OKU Selatan 10 titik, dan OKU Timur 10 titik.
Selanjutnya, Musi Rawas Utara sembilan titik, PALI lima titik, OKU empat titik, Empat Lawang dua titik, serta Kota Prabumulih satu titik.
Secara kumulatif, jumlah hotspot di Sumsel sejak 1 Januari hingga 9 Oktober 2026 mencapai 91.504 titik.
OKI Catat 22 Kejadian Karhutla
Tingginya jumlah hotspot di OKI sejalan dengan banyaknya kejadian karhutla di wilayah tersebut. BPBD mencatat 22 kejadian kebakaran di OKI pada Jumat.
OKU Timur menyusul dengan sembilan kejadian. Musi Banyuasin dan Ogan Ilir masing-masing mencatat tujuh kejadian, sedangkan Muara Enim empat kejadian.
Banyuasin mencatat tiga kejadian. Sementara itu, Prabumulih, Lubuklinggau, dan Lahat masing-masing mengalami satu kejadian kebakaran.
Dari seluruh kejadian tersebut, estimasi luas lahan yang terbakar mencapai 218,16 hektare. Satuan tugas darat telah memadamkan api di lahan seluas 213,66 hektare. (DSK)

