RELUNG.ID – Kembalinya mantan Bupati Empat Lawang, H Budi Antoni Aljufri (HBA), ke Partai Golkar menjadi sorotan di tengah dinamika politik daerah. HBA menegaskan, langkah politiknya bukan untuk memperuncing persaingan, melainkan membuka ruang pengabdian kepada masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan HBA saat Musyawarah Daerah (Musda) V DPD Partai Golkar Kabupaten Empat Lawang di Aula Hotel Kito, Jumat (9/10/2026).
HBA menilai, partai politik harus menjadi wadah untuk berkarya, bukan sekadar arena persaingan. Ia mengajak seluruh elemen politik mengesampingkan perbedaan dan bersama-sama mendorong kemajuan daerah.
“Kalau istilah kami dulu, jemput yang pergi, rangkul yang kembali. Ayo sama-sama. Partai ini cuma jembatan untuk berkarya, memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” ujarnya.
HBA juga membantah anggapan bahwa dirinya bermusuhan dengan Bupati Empat Lawang saat ini, H Joncik Muhammad.
Menurutnya, perbedaan pilihan dan perjalanan politik merupakan hal lumrah dalam demokrasi. Persaingan politik tidak seharusnya berkembang menjadi permusuhan pribadi, apalagi memengaruhi hubungan antartokoh daerah.
“Yang mudah panas ini, masyarakat menganggap bermusuhan. Tidak ada itu bermusuhan dalam politik. Kita sama-sama putra daerah Empat Lawang,” katanya.
Ia mengingatkan, perbedaan pandangan politik harus disikapi secara dewasa. Kontestasi politik tidak perlu terus dipertajam setelah proses politik selesai.
HBA juga meminta para tokoh daerah tidak mudah terpancing provokasi, terutama informasi dan komentar di media sosial. Menurutnya, setiap informasi perlu disikapi secara bijak agar tidak memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Para tokoh politik, lanjutnya, harus memberikan teladan dengan menjaga komunikasi dan tidak memperbesar persoalan yang belum tentu sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Selain itu, HBA menilai mantan kepala daerah tetap memiliki peran dalam pembangunan. Pengabdian kepada masyarakat tidak harus dilakukan melalui jabatan formal atau posisi di pemerintahan.
Pengalaman memimpin daerah dapat menjadi modal untuk memberikan saran dan masukan kepada pemerintah yang sedang menjabat.
Karena itu, komunikasi antara mantan kepala daerah dan pemimpin saat ini dinilai penting untuk membuka ruang pertukaran gagasan. Dengan begitu, perbedaan politik tidak menjadi penghalang bagi upaya membangun Kabupaten Empat Lawang. (SLM)

