RELUNG.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menggandeng TNI Angkatan Udara (TNI AU) untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui pembangunan Sekolah Rakyat.
Untuk merealisasikan program tersebut, lahan seluas 6,9 hektare milik Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH) disiapkan sebagai lokasi pembangunan.
Kesepakatan penggunaan sementara lahan itu ditandatangani Pemkot Palembang bersama TNI AU di rumah dinas Wali Kota Palembang, Rabu (12/10/2026).
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan salah satu upaya pemerintah daerah memberikan kesempatan pendidikan yang layak bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Ia mengapresiasi dukungan TNI AU, khususnya Komandan Lanud SMH Kolonel Pnb Asep Wahyu Wijaya, yang telah mendukung penyediaan lahan untuk pembangunan fasilitas pendidikan tersebut.
“Ini bukan sekadar tanda tangan di atas kertas. Ini adalah tanda tangan untuk masa depan 1.000 anak-anak kita. Terima kasih TNI AU yang telah membuka pintu markasnya untuk menjadi kawah candradimuka bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” ujar Ratu Dewa.
Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan.
Ratu Dewa menegaskan, Sekolah Rakyat tidak hanya berorientasi pada pembangunan fasilitas belajar, tetapi juga membuka peluang bagi anak-anak dari kelompok masyarakat rentan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.
“Pembangunan Sekolah Rakyat ini tidak hanya berorientasi pada penyediaan fasilitas pendidikan. Ini adalah upaya kita membuka peluang hidup baru bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk memperoleh pendidikan yang layak serta masa depan yang lebih baik. Kita ingin mereka bermimpi setinggi langit,” katanya.
Sekolah Rakyat dirancang untuk menyasar anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terbawah, terutama kelompok desil 1 dan 2. Program ini juga ditujukan bagi anak jalanan serta anak-anak yang membutuhkan perlindungan khusus.
Selain ruang belajar dengan fasilitas modern, sekolah tersebut akan dilengkapi asrama untuk menunjang kegiatan pendidikan dan pembinaan siswa.
Berdasarkan perencanaan, bangunan Sekolah Rakyat di Palembang akan dibuat bertingkat hingga empat lantai. Pada tahap awal, fasilitas ini ditargetkan menampung 1.000 siswa, dengan rencana peningkatan kapasitas menjadi 2.500 siswa pada 2027.
Ratu Dewa menilai dukungan TNI AU dalam penyediaan lahan merupakan bentuk nyata sinergi antarlembaga untuk mendukung pembangunan manusia.
“Sinergi ini menunjukkan bahwa kerja sama lintas lembaga dapat berkontribusi tidak hanya pada pelaksanaan tugas masing-masing institusi, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia dan masa depan generasi penerus bangsa. Dari markas tempur, lahir generasi petarung masa depan,” ujarnya.
Untuk mempercepat realisasi program, Ratu Dewa telah menginstruksikan Dinas Sosial bersama organisasi perangkat daerah terkait agar berkoordinasi secara intensif dengan TNI AU, kementerian, dan lembaga terkait.
Ia juga meminta seluruh tahapan persiapan dilakukan secara matang agar pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Kepala Biro Umum Kementerian Sosial RI, Yadi Muchtar, mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat di Palembang berawal dari usulan Pemkot Palembang yang kemudian mendapat respons dari pemerintah pusat.
Menurut Yadi, pembangunan dapat segera dilaksanakan setelah status lahan dipastikan clear and clean atau tidak bermasalah serta seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.
“Berdasarkan informasi dari Dinas Pekerjaan Umum (PU), proses tender pembangunan ditargetkan sudah dimulai pada 16 Oktober 2026. Ini bagian dari tahapan persiapan agar pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera direalisasikan,” tutupnya. (DSK)

