RELUNG.ID – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Kamis (15/10/2026).
Jarak pandang yang merosot hingga hanya 50 meter menyebabkan tujuh penerbangan mengalami pembatalan.
General Manager Bandara SMB II Palembang, Ahmad Syaugi Shahab, mengatakan gangguan tersebut berdampak pada enam penerbangan keberangkatan dan satu penerbangan kedatangan.
Sejumlah penerbangan yang batal berangkat melayani rute domestik maupun internasional. Di antaranya, Citilink dengan nomor penerbangan QG989 rute Palembang–Batam dan Lion Air JT246 dengan rute yang sama.
Selain itu, penerbangan Super Air Jet IU921 rute Palembang–Jakarta, Batik Air ID7056 rute Palembang–Jakarta, serta Super Air Jet IU302 rute Palembang–Pangkalpinang juga mengalami pembatalan.
Penerbangan Scoot dengan rute Palembang–Singapura turut dibatalkan. Sementara itu, dari sisi kedatangan, penerbangan Scoot TR254 rute Singapura–Palembang juga tidak beroperasi sesuai jadwal.
“Untuk arrival dengan nomor penerbangan TR254 rute Singapura–Palembang cancel,” kata Ahmad Syaugi dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10/2026).
Menurutnya, jarak pandang yang hanya berkisar 50 meter membuat operasional penerbangan harus menyesuaikan kondisi cuaca dan memenuhi standar keselamatan penerbangan.
Pihak pengelola bandara terus berkoordinasi dengan maskapai untuk memantau perkembangan cuaca serta jarak pandang (visibility) di sekitar bandara.
Ahmad Syaugi juga mengimbau calon penumpang agar memeriksa informasi terbaru mengenai status penerbangan melalui maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jasa untuk terus memantau informasi terbaru melalui maskapai masing-masing,” ujarnya.
Dikutip dari website resmi BMKG, kabut asap ini mempengaruhi kualitas udara. Tercatat, kualitas udara di Palembang mencapai 660 µg/m³ dan masuk dalam kategori berbahaya pada pukul 07.00 WIB.
Bahkan, sempat menembus angka tertinggi pada pukul 02.00 WIB dengan angka mencapai 1.134 µg/m³. Sedangkan, dari data IQ Air, kualitas udara di Kota Palembang yaitu mencapai 794 µg/m³ masuk dalam kategori berbahaya. (vid)

