RELUNG.ID – Bank Indonesia mencatat, cadangan devisa Indonesia mengalami peningkatan pada Bulan November.
Peningkatan ini sebesar 5 miliar USD atau sekitar Rp77 triliun dari bulan Oktober lalu.
Demikian diungkapkan Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, Kamis (7/12).
Baca Juga: Tayang April 2024, Anime Re: Monster Ungkap Para Pemerannya
Dia mengatakan, di bulan Oktober lalu. Cadangan devisa Indonesia yaitu sebesar 133,1 miliar dolar. Sedangkan, di Bulan November yaitu sebesar 138,1 miliar atau setara Rp2.144 triliun.
“Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,” katanya.
Erwin menjelaskan, peningkatan cadangan devisa Indonesia ini dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah dan penarikan pinjaman luar negeri pemerintah.
Baca Juga: Ini 4 Cerita Melenceng dari Manga Boruto Season 2, Boruto jadi Anak Durhaka
Menurutnya, cadangan devisa ini mampu untuk mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan Indonesia.
Ke depannya, BI melihat bahwa cadangan devisa akan tetap memadai, yang didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi nasional yang terjaga.
“Ini seiring dengan upaya kebijakan BI dalam mendukung stabilitas serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkasnya.

