RELUNG.ID – Stasiun Kertapati menjadi pintu utama wisatawan mancanegara (wisman) yang menggunakan kereta api untuk menjelajahi Sumatera Selatan. Dari total 1.160 wisman yang tercatat menggunakan kereta api di wilayah operasional PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang sepanjang Januari hingga September 2026, sebanyak 618 orang melalui stasiun tersebut.
Data ini memperlihatkan peran strategis Palembang sebagai simpul perjalanan wisatawan asing menuju berbagai daerah di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengatakan kereta api tidak hanya menghubungkan antarkota, tetapi juga membuka akses bagi wisatawan untuk mengenal potensi wisata dan ekonomi lokal.
“Kereta api tidak hanya menjadi sarana transportasi untuk berpindah dari satu kota ke kota lainnya, tetapi juga menjadi penghubung wisatawan dengan beragam potensi destinasi di Sumbagsel,” ujar Aida.
Menurutnya, mobilitas wisatawan mancanegara berpeluang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, mulai dari sektor penginapan, kuliner, transportasi lanjutan, hingga produk unggulan daerah.
Selain Stasiun Kertapati, sejumlah stasiun lain turut menjadi akses perjalanan wisatawan mancanegara.
Stasiun Lubuk Linggau mencatat 239 wisman menggunakan kereta api sepanjang Januari hingga September 2026. Kota ini memiliki sejumlah destinasi, seperti Air Terjun Temam, Bendungan Watervang, dan Museum Perjuangan Subkoss Garuda Sriwijaya.
Sementara itu, Stasiun Lahat melayani 111 wisman. Wilayah ini menjadi salah satu akses menuju destinasi unggulan Sumatera Selatan, termasuk kawasan Pagar Alam, Bukit Serelo, dan Air Terjun Curup Maung.
Stasiun Prabumulih juga mencatat 79 wisman, sedangkan Stasiun Muara Enim melayani 73 orang dalam periode yang sama.
Sebaran tersebut menunjukkan adanya peluang untuk menghubungkan perjalanan kereta api dengan beragam pengalaman wisata, mulai dari wisata alam hingga sejarah dan budaya.
Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan konektivitas lanjutan agar wisatawan lebih mudah mencapai destinasi setelah turun dari stasiun. Integrasi transportasi, informasi perjalanan, dan akses menuju objek wisata menjadi bagian penting dalam membangun perjalanan yang nyaman.
Aida menilai, semakin mudah wisatawan menjangkau destinasi, semakin terbuka pula peluang usaha bagi masyarakat setempat.
Pengeluaran wisatawan dapat menggerakkan berbagai sektor, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), jasa transportasi, penginapan, kuliner, serta kerajinan lokal.
“Ketika wisatawan menjangkau lebih banyak daerah, peluang ekonomi juga terbuka lebih luas bagi masyarakat. Karena itu, konektivitas transportasi yang baik menjadi bagian penting dalam mendukung pemerataan manfaat pariwisata dan memperkuat daya tarik destinasi di Sumbagsel,” jelasnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan yang dirilis hingga Agustus 2026, kunjungan wisatawan mancanegara ke provinsi tersebut mencapai 7.219 kunjungan.
Angka tersebut menjadi salah satu gambaran potensi pasar wisatawan asing yang dapat dijangkau melalui penguatan akses transportasi dan promosi destinasi.
KAI Divre III Palembang menyatakan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat digitalisasi perjalanan, serta mendukung integrasi antarmoda agar perjalanan wisatawan semakin mudah dan efisien.
“Melalui layanan yang andal dan berorientasi pada pelanggan, KAI berkomitmen mendukung konektivitas antarkota, memperluas akses menuju destinasi wisata, serta mendorong pertumbuhan pariwisata yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tutup Aida. (DNP)

