RELUNG.ID – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Selasa (20/10/2026). Sebanyak empat penerbangan mengalami keterlambatan akibat jarak pandang yang terbatas.
General Manager Angkasa Pura II Bandara SMB II Palembang Ahmad Syaugi Shahab mengatakan, jarak pandang pada pukul 08.30 WIB hanya mencapai 450 meter. Kondisi tersebut dinilai belum aman untuk mendukung aktivitas lepas landas dan pendaratan pesawat.
Akibatnya, dua penerbangan keberangkatan mengalami keterlambatan, yakni Batik Air ID7054 rute Palembang–Halim Perdanakusuma dan Super Air Jet IU302 rute Palembang–Pangkalpinang. Dua penerbangan Garuda Indonesia, yakni GA107 rute Palembang–Jakarta dan GA102 rute Jakarta–Palembang, juga terdampak.
“Jarak pandang kemudian membaik menjelang siang hari ini. Hingga pukul 11.31 WIB, jarak pandang mencapai 1.500 meter,” kata Syaugi.
Berdasarkan data operasional, Batik Air ID7054 yang dijadwalkan berangkat pukul 09.00 WIB baru lepas landas pada pukul 09.41 WIB atau terlambat 41 menit.
Sementara itu, Super Air Jet IU302 yang dijadwalkan berangkat pukul 09.10 WIB baru berangkat pukul 09.33 WIB, dengan keterlambatan 23 menit.
Adapun Garuda Indonesia GA107 dan GA102 mengalami keterlambatan pada penerbangan rute Palembang–Jakarta dan Jakarta–Palembang.
Pada hari yang sama, Bandara SMB II melayani penerbangan domestik dan internasional, termasuk rute Singapura dan Kuala Lumpur. Namun, data jumlah penerbangan yang tercatat dalam laporan masih perlu dipastikan karena rincian keberangkatan dan kedatangan tidak sesuai dengan total yang disebutkan.
Gangguan akibat kabut asap ini terjadi setelah penerbangan di Bandara SMB II berjalan lancar selama empat hari berturut-turut, sejak Jumat hingga Senin. Dalam periode tersebut, seluruh penerbangan keberangkatan maupun kedatangan berlangsung sesuai jadwal karena jarak pandang dinilai memadai.[CKM]

