RELUNG.ID– Dua petani kopi asal Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, menempuh perjalanan sejauh 15.469 kilometer menuju Barcelona, Spanyol. Mereka membawa misi besar memperkenalkan kopi Robusta dan Arabika Pagar Alam sekaligus mengembalikan kejayaan kopi daerah tersebut di pasar internasional.
Kedua petani tersebut adalah Azhari dan Eko Nando. Keduanya mewakili Pagar Alam, sekaligus Indonesia, dalam ajang Gastronomic Forum Barcelona 2026 yang berlangsung pada 2–4 November 2026 di Barcelona.
Bukan sekadar membawa produk unggulan daerah, kehadiran mereka juga menjadi bagian dari upaya diplomasi kopi untuk memperkenalkan identitas, sejarah, dan kekayaan cita rasa kopi Pagar Alam kepada masyarakat dunia.
Dalam forum internasional tersebut, keduanya memperkenalkan kopi Pagar Alam melalui branding Kopi Raden Kuning, sebuah identitas yang diharapkan mampu merepresentasikan karakter dan keunggulan kopi dari lereng Gunung Dempo.
“Kopi Pagar Alam memiliki perjalanan sejarah panjang yang tidak dapat dipisahkan dari perkembangan perkebunan kopi di Sumatera Selatan sejak masa kolonial. Jejak sejarah perdagangan kopi pada masa Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) menjadi bagian dari perjalanan panjang kopi Nusantara menuju pasar Eropa,” ujar Eko Nando dari Barcelona.
Menurutnya, setelah melewati perjalanan sejarah selama berabad-abad, kopi Pagar Alam kini kembali hadir di Eropa. Namun, kali ini bukan sebagai komoditas perdagangan kolonial, melainkan produk unggulan daerah yang diperkenalkan langsung oleh petani dan masyarakatnya sendiri.
“Dalam ajang internasional ini, Delegasi Kopi Pagar Alam mendapatkan kesempatan istimewa untuk mewakili Indonesia bersama enam perusahaan multinasional. Ini kebanggaan yang luar biasa bagi kami, petani kecil dari lereng Dempo,” ungkapnya.
Eko menjelaskan, partisipasi tersebut terlaksana melalui dukungan dan fasilitasi Kementerian Hukum, Kementerian Perdagangan RI, serta Pemerintah Kota Pagar Alam di bawah kepemimpinan Wali Kota H. Ludi Oliansyah.
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan petani dinilai menjadi modal penting untuk membawa kopi Pagar Alam menembus pasar global.
Lebih dari sekadar memperkenalkan produk, kehadiran Kopi Raden Kuning di Barcelona juga menjadi upaya menunjukkan bahwa kopi Pagar Alam memiliki kualitas dan karakter yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Mulai dari karakter Robusta yang kuat hingga keistimewaan Arabika Dempo dengan keragaman cita rasanya, menjadi kekayaan alam sekaligus hasil kerja keras petani yang layak mendapat pengakuan dunia.
Sementara itu, Azhari menegaskan bahwa setiap biji kopi yang dibawa ke Barcelona menyimpan cerita tentang tanah, alam, tradisi, perjuangan, dan harapan masyarakat Pagar Alam.
Di baliknya terdapat kerja keras para petani, dedikasi pelaku usaha kopi, serta cita-cita generasi penerus untuk menjadikan komoditas tersebut sebagai salah satu kekuatan ekonomi daerah.
“Kehadiran dua petani Pagar Alam dalam forum gastronomi internasional ini juga menjadi simbol bahwa petani bukan hanya berada di balik proses produksi, tetapi memiliki peran penting dalam menentukan arah masa depan komoditas kopi. Petani harus menjadi bagian dari perjalanan promosi, diplomasi, perdagangan, hingga pengembangan pasar kopi dunia,” tegas Azhari.
Dukungan juga disampaikan Wali Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah. Ia menyambut bangga keikutsertaan dua petani tersebut dalam forum gastronomi internasional di Barcelona.
Menurut Ludi, kesempatan tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan Kopi Raden Kuning kepada pasar dunia, membangun kepercayaan konsumen internasional, membuka peluang kemitraan, serta memperkuat posisi kopi Pagar Alam sebagai salah satu produk unggulan Indonesia.
“Barcelona menjadi salah satu pintu untuk memperkenalkan Kopi Raden Kuning kepada dunia, membangun kepercayaan pasar internasional, membuka peluang kemitraan, serta memperkuat posisi kopi Pagar Alam sebagai salah satu identitas unggulan Indonesia,” ujar Ludi.
Ia berharap langkah yang dimulai oleh dua petani tersebut dapat membuka jalan lebih luas bagi ribuan petani kopi di Pagar Alam untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil perkebunan mereka.
“Perjalanan ini mungkin hanya dimulai oleh dua orang petani, tetapi harapan yang dibawanya adalah harapan ribuan petani kopi dan seluruh masyarakat Kota Pagar Alam. Mereka datang bukan sekadar membawa kopi. Mereka membawa sejarah, identitas, kebanggaan, dan cita-cita besar agar kopi Pagar Alam kembali dikenal dan diperhitungkan oleh dunia,” pungkasnya.[YKP]

