RELUNG.ID – Partai Progresif Demokrat (DPP) di Taiwan kembali meraih kemenangan gemilang setelah memenangkan pemilihan umum pada Sabtu (13/1).
Presiden terpilih yang diusung oleh DPP, Lai Ching te, mengumumkan kemenangan tersebut dengan sukacita di hadapan ribuan pendukungnya.
Dalam pidato kemenangannya, Lai menyatakan bahwa kemenangan DPP adalah bukti nyata bahwa rakyat Taiwan tetap teguh mendukung demokrasi.
“Kami menyampaikan kepada komunitas internasional bahwa antara demokrasi dan otoritarianisme, kami masih berpihak pada demokrasi,” ujar Lai dengan tegas.
Baca Juga: Donasi Palestina Melalui Baznas Capai Rp188 Miliar
Presiden terpilih juga tidak menutup mata terhadap ancaman yang dihadapi Taiwan dari China. Dalam komitmen untuk menjaga keamanan nasional, Lai berjanji untuk melawan konfrontasi dan intimidasi yang terus berlanjut dari pihak China.
“Kami bertekad untuk menjaga Taiwan dari ancaman dan intimidasi yang terus berlanjut dari China,” tandasnya.
Meskipun hasil akhir pemilu masih dalam proses penghitungan suara oleh Komite Pemilihan Umum Pusat Taiwan, Lai mengumumkan bahwa dirinya dan wakilnya, Hsiao Bi-khim, berhasil meraih sekitar 40 persen suara.
Sementara itu, dua saingan utamanya dari Partai Kuomintang (KMT) dan Partai Rakyat Taiwan (TPP) masing-masing hanya mendapatkan 33 persen dan 26 persen suara.
Baca Juga: Kemenag Sumsel Kumpulkan Rp1,7 Miliar dalam Aksi Solidaritas untuk Palestina
Sistem pemilu Taiwan, yang didasarkan pada pemungutan suara first-past-the-post, menetapkan bahwa calon presiden dengan persentase suara tertinggi menjadi pemenang. Tingkat partisipasi pemilih mencapai lebih dari 60 persen dari total 19,5 juta warga Taiwan yang memiliki hak pilih.
Kemenangan DPP untuk ketiga kalinya secara berturut-turut dianggap sebagai pukulan besar bagi China, yang berambisi untuk menguasai Taiwan.
Pada masa kampanye, Partai Kuomintang (KMT) mencoba menuduh Lai dan DPP sebagai pihak yang memicu ketegangan militer dengan China, namun upaya tersebut tidak mampu menggoyahkan dukungan rakyat terhadap DPP.
Kemenangan ini memberikan sinyal kuat bahwa kebijakan pro-demokrasi dan sikap tegas terhadap China terus mendapatkan dukungan dari rakyat Taiwan, dan hal ini dapat mempengaruhi dinamika hubungan regional di masa mendatang.

