RELUNGN.ID — Sebuah laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa lebih dari 100 ribu orang di Jalur Gaza diperkirakan mengalami luka, hilang, atau bahkan meninggal dunia sebagai dampak dari konflik antara Hamas dan Israel sejak Oktober lalu.
“Angka tersebut mencakup 4,3 persen dari total 2,3 juta penduduk di wilayah tersebut, ” kata Perwakilan WHO Palestina, Richard Peeperkorn, dikutip dari RMol Sumsel.
Peeperkorn menyatakan bahwa warga Gaza juga menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan pokok akibat blokade Israel terhadap bantuan internasional.
BACA Juga : Donasi Palestina Melalui Baznas Capai Rp188 Miliar
Serangan terhadap fasilitas kesehatan juga menjadi perhatian, dengan 61 petugas kesehatan Gaza dilaporkan ditahan.
“Perang yang meningkat telah melumpuhkan akses terhadap fasilitas kesehatan dan memperburuk sistem layanan kesehatan yang sudah minim,” kata dia.
Krisis kemanusiaan ini tidak hanya menyangkut kesehatan, melainkan juga menghadapi risiko kerawanan pangan dan kontaminasi air, menciptakan lingkungan yang subur bagi penyakit menular.
BACA Juga : Beri Sumbangan ke Palestina, Prabowo Rogoh Kantong Pribadi Hingga Rp5 Miliar
WHO mencatat lebih dari 245.000 kasus infeksi pernapasan, 160.000 kasus diare pada anak balita, dan hampir 70.000 kasus kudis dan kutu di Gaza.
Situasi ini menunjukkan perlunya tanggapan cepat dan dukungan internasional untuk meredakan dampak kemanusiaan yang semakin memburuk di Jalur Gaza.

