RELUNG.ID – KDRT tentunya berdampak buruk kepada korbannya namun sebenarnya dampak itu juga dirasakan oleh anak. Dampak itu bisa menyerang psikologis anak yang menyaksikannya, bahkan ini tidak disadari oleh orang tua.
Dilansir dari halodoc ini, 3 dampak KDRT dialami oleh anak. Simak dibawah ini :
1. Menyebabkan kecemasan
Anak-anak korban KDRT akan selalu merasa gelisah melihat kekerasan yang sering dilakukan salah satu orangtua mereka terhadap yang lain. Mereka juga bisa hidup dengan perasaan cemas setiap hari, karena tidak tahu kapan serangan fisik atau verbal berikutnya terjadi di rumah mereka. Hal ini bisa menyebabkan anak mengalami gangguan kecemasan.
Bagi anak-anak prasekolah yang menyaksikan KDRT, mereka tidak jarang mengalami kemunduran mental dan kembali pada kebiasaan pada waktu bayi. Contohnya seperti mengisap jempol, mengompol, dan lebih sering menangis atau merengek.
Sedangkan dampak menyaksikan KDRT bagi anak usia sekolah, mereka bisa mengembangkan sifat antisosial dan mungkin bergumul dengan rasa bersalah. Hal itu karena anak-anak korban KDRT tidak jarang disalahkan atas kekerasan yang terjadi di antara orangtua mereka.
Baca Juga: Ini 4 Alasan Pentingnya Anak Harus Minum Susu Organik
2. Gangguan stres pasca trauma
Dampak KDRT lainnya yang juga cukup mengkhawatirkan adalah adanya risiko gangguan stres pasca trauma pada anak-anak yang tumbuh di lingkungan dengan kekerasan tersebut.
Meski terhindar dari kekerasan fisik, trauma yang ditimbulkan dari KDRT cukup menyebabkan perubahan berbahaya pada perkembangan otak anak. Perubahan-perubahan ini bisa menyebabkan mimpi buruk, perubahan pola tidur, kemarahan, sifat lekas marah, sulit berkonsentrasi, dan anak-anak kadang-kadang berpotensi melakukan kembali aspek-aspek pelecehan traumatis yang mereka amati pada orang lain.
Baca Juga: Ini 10 Cara Ajari Anak Berjalan, Bagi yang Takut Berjalan
3. Depresi
Seorang anak yang memiliki kecemasan akibat tumbuh besar dalam lingkungan yang tidak sehat dan penuh kekerasan, bisa bertumbuh menjadi orang dewasa yang mengidap depresi. Trauma menyaksikan kekerasan dalam rumah tangga secara rutin membuat anak berisiko tinggi mengalami depresi, kesedihan, gangguan konsentrasi, dan gejala depresi lainnya hingga dewasa.
Mengingat ada banyak dampak buruk KDRT bagi psikologis anak, penting bagi orangtua untuk menjaga keharmonisan rumah tangga. Perbedaan pendapat dan argumen memang tidak bisa dihindari dalam rumah tangga, tapi cobalah untuk bertengkar secara sehat dan tidak di depan anak.
Bila perlu, orang tua bisa mencari bantuan profesional untuk membantu menyelesaikan masalah rumah tangga. Dengan begitu, orang tua bisa menciptakan lingkungan yang sehat dan aman di dalam rumah untuk tumbuh kembang anak yang sehat dan bahagia.

