RELUNG.ID – Hujan disertai angin puting beliung terjadi di Desa Pagardin, Kecamatan Dempo Utara, Pagaralam, Sumsel.
Tidak ada korban jiwa dalam bencana angin puting beliung ini.
Namun, empat rumah mengalami rusak akibat dihantam angin puting beliung tersebut.
Baca Juga: Ini 5 Zodiak Jago Nego Kalo Belanja
“Rumah warga yang mengalami kerusakan ini milik Dayat, Pardi, Mukri dan Migo. Dimana, rata-rata kerusakan pada bagian atap dan dinding rumah,” kata Kepala BPBD Pagaralam, Jon Hasman didampingi Kabid Tanggap Bencana, Anjas, Kamis kemarin (16/11).
Bencana Puting Beliung tersebut sempat membuat warga heboh, karena memang anginnya sangat kencang. Akibat bencana tersebut kerugian ditafsir puluhan juta.
“Kami juga masih melakukan pendataan apakah ada rumah warga lainnya yang rusak akibat diterjang angin Puting Beliung tersebut,” pungkasnya.
Baca Juga: Ini 5 Zodiak Tidak Suka Pacaran Romantis
Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto mengatakan, kejadian angin puting beliung ini dipicu akibat adanya pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) pada siang atau sore hari di lokasi kejadian.
Dimana, yang sifatnya sangat lokal sehingga menyebabkan terjadinya hujan disertai angin kencang atau puting beliung dalam waktu singkat yang terjadi di wilayah tersebut.
“Estimasi kecepatan angin maksimum yang terpantau oleh radar mencapai 25 knots atau 45 kilometer per jam,” tulisnya dalam keterangan resminya.
Baca Juga: Ini 8 Bahaya Penyakit Tetanus, Bisa Koma dan Meninggal Dunia
Berdasarkan data analisis cuaca terakhir, potensi cuaca ekstrim di wilayah Sumsel masih akan berlangsung 1 hari hingga 2 hari ke depan terutama di wilayah Sumsel bagian Tengah, Barat dan Utara.
“Kami imbau masyarakat untuk selalu mengupdate informasi cuaca setiap saat terutama dalam masa peralihan musim di bulan November ini,” pungkasnya.

