RELUNG.ID – Pihak berwenang Kroasia terus melakukan penyelidikan terhadap beberapa produk minuman bersoda dalam kemasan di wilayah mereka.
Hal ini menyusul beberapa warganya yang menjadi sakit usai meminum minuman bersoda dalam kemasan.
Berdasarkan hasil penyelidikan terbaru, menunjukkan adanya dugaan jejak bahan pembersih dalam minuman bersoda yang disajikan di sebuah kade akhir pekan lalu di Pelabuhan utara Rijeka.
Baca Juga: Samsung Galaxy M44 Meluncur dengan Chipset Snapdragon 888
Akibatnya, seorang warga di Kroasia dirawat di rumah sakit karena cedera tenggorokan.
Analisis terhadap botol dan gelas yang disajikan kepada pria tersebut mengandung zat yang sangat basa.
“Masih belum jelas bagaimana minuman tersebut bisa sampai di sana, dan minuman serupa lainnya yang diuji bebas masalah,” kata polisi dalam sebuah pernyataan, Jumat (10/11).
Baca Juga: Ini 4 Guru Sabo di One Piece, saat Kecil Hingga Remaja
Tak hanya sampai disitu, puluhan orang mengeluh masalah serupa dalam waktu beberapa hari terakhir. Meskipun tidak ada korban luka serius. Namun, insiden ini memicu ke khawatiran di seluruh Kroasia.
“Berdasarkan komposisi kimia yang diketahui, dapat disimpulkan bahwa itu adalah sejenis bahan pencuci atau pembersih lemak,” terangnya.
Polisi mengatakan minuman lain, termasuk 20 botol minuman yang sama yang belum dibuka yang diminum pria tersebut, telah diuji dan ternyata tidak ada masalah.
Baca Juga: Tahun Depan, Upah Buruh Bakal Naik
Polisi tidak mengidentifikasi minuman tersebut, namun laporan sebelumnya mengatakan bahwa pria yang dirawat di rumah sakit di Rijeka pada akhir pekan karena cedera esofagus telah meminum Romerquelle Emotion Blueberry Pomegranate, merek Coca-Cola, yang dikemas dalam botol kaca.
Menanggapi hal tersebut, Coca Cola Hellenic menyambut hasil temuan kepolisian tersebut.
Coca-Cola Kroasia pun sementara waktu menarik sejumlah minumannya dari pasar dan mengatakan pihaknya bekerja sama dalam penyelidikan.
Baca Juga: Tayang 14 Desember Mendatang, Live Action Yu Yu Hakusho Rilis Trailer Terbaru
Perusahaan juga mengatakan bahwa tinjauan awal yang dilakukannya tidak menemukan sesuatu yang luar biasa.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Kroasia, Vili Beros mengatakan, pihaknya berusaha untuk meminimalisir kekhawatiran yang akan meluas akibat insiden tersebut.
Pihaknya mencatat, setidaknya ada 45 orang yang mengeluhkan masalah serupa sejak kejadian tersebut. Dimana, empat diantaranya menunjukkan gejalan besar pada saluran pencernaannya.
Baca Juga: Ini Sosok Pengganti Ginny Komandan Timur di Pasukan Revolusioner
“Investigasi kriminal yang sedang dilakukan akan menentukan semua keadaan yang menyebabkan peristiwa ini,” ujarnya.

