Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/2026

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Monday, 12 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Lifestyle»Intervensi Dinasti Politik Jokowi, Indonesia Political Opinion: Kemana Sikap Ksatria Prabowo?
Lifestyle

Intervensi Dinasti Politik Jokowi, Indonesia Political Opinion: Kemana Sikap Ksatria Prabowo?

alwiBy alwi10/11/2023
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Peran Presiden Joko Widodo dalam politik dinilai sangat besar dan berpengaruh kuat.

Hal ini justru membuat Prabowo justru kehilangan sikap ksatrianya

Demikian diakui oleh Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion, Dedi Kurnia Syah, Kamis (9/11).

Baca Juga: Soal Netralitas Pemilu 2024, Jokowi Harus Terbitkan Aturan Tegas Jangan Sekedar ‘Lip Service’

Menurut Dedi, Jokowi Pandai mengatur segala hal agar tercapai maksudnya dan lalu berkilah. Selain itu, Jokowi juga memiliki keahlian membangun opini pembelaan. Meskipun dia dalam posisi yang keliru.

Bahkan, menurut Dedi, Jokowi juga mahir dalam memutar situasi justru menjadi benar.

“Yang memprihatinkan, Prabowo seharusnya menjadi kesatria justru terlibat ini,” katanya.

Baca Juga: Bintang Korea Selatan Nahee Dilaporkan Meninggal Dunia

Dedi menduga pengabaian terhadap aturan hukum ini karena mereka disokong Presiden. Sehingga, kepercayaan diri mereka terus tumbuh meskipun secara kasat mata telah melakukan pelanggaran konstitusional dan juga etika.

Bukan cuma perkara intervensi putusan MK saja, namun Presiden juga membiarkan anak buahnya terlibat kampanye politik. Padahal dia menginstruksikan agar pejabat bersikap netral.

”Dengan adanya anggota kabinet, Raja Juli Antoni, Bahlil Lahadalia, Budi Arie, dan lainnya dalam aktivitas kampanye Gibran, itu sudah jelas bahwa Presiden menjadi sumber masalah,” terangnya.

Baca Juga: Live Action Ao Haru Ride Season 2 Mulai Debut 19 Januari Mendatang, Berikut Pemeran Barunya

Karena itu, sulit untuk berharap Presiden bersikap negawan dan memastikan kestabilan hukum dan politik di Indonesia. Mengingat, beratnya kepentingan di atas segalanya.

Salah satu contoh orang dekat Jokowi yaitu Anwawr Usman, yang justru melawan putusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) yang mencopotnya dari jabatan Ketua MK.

“Sikap mantan ketua MK Anwar Usman ini karena dia merasa percaya diri disokong Jokowi,” pungkasnya.

Baca Juga: Xiaomi Resmi Perkenalkan Redmi 13C: Ponsel Entry-Level dengan Performa Unggul

Seperti diketahui, dalam konfrensi persnya, Anwar Usman menuding ada skenario di balik putusan MKMK yang memberhentikannya sebagai ketua MK. Skenario tersebut dinilainya berupaya untuk membunuh karakternya.

“Pembelaan diri yang disampaikan Anwar Usman itu tidak perlu. Menurut hemat saya justru merendahkan citra dan martabat beliau,” kata Direktur RISE Institute Anang Zubaidy.

Pembelaan tersebut dinilai tidak pas karena pelanggaran etik berat yang dilakukan Anwar Usman sudah terbukti dalam sidang MKMK.

Baca Juga: Ini 5 Zodiak Tidak Memikirkan Cinta

“Itu kan pelanggaran berat. Kalau kemudian yang bersangkutan itu masih menganggap dirinya sebagai korban itu kan kurang pas, playing victim,” sambung Dosen Hukum Tata Negara FH UII Yogyakarta itu.

Menurutnya pernyataan Anwar Usman sebagai korban fitnah tidak sesuai fakta. Anwar Usman diketahui pernah mengenalkan diri sebagai Ketua MK dan bagian dari keluarga Jokowi.

Frasa fitnah yang digunakan Anwar Usman juga tidak pas. Karena pelanggaran etik berat Anwar Usman sudah dibuktikan MKMK.

Baca Juga: Ini 7 Produk Teknologi Israel yang Diboikot Dunia

“Kan kata fitnah itu harus dibuktikan kebenarannya. Mekanisme pembuktian itu ada di persidangan MKMK,” ujarnya.

Kedepan, dia berharap semua pihak harus mengawasi MK agar tetap dapat menjaga martabatnya.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleValve Perkenalkan Steam Deck OLED: Layar Lebih Tajam dan Daya Tahan Baterai Lebih Unggul
Next Article Toyota Camry 2025 Bakal Mengusung AWD Hibrida
alwi

Related Posts

Lifestyle

Namanya Diseret Dalam Investasi Bodong, Jennifer Coppen Tegaskan Hanya Sebatas BA

10/10/20267 Views
Lifestyle

Nama Jennifer Coppen Terseret Dalam Investasi Emas Rp25 Miliar Diduga Bodong

10/10/20266 Views
Lifestyle

Ji Chang Wook Ungkap Tantangan Perankan Playboy di Drama Korea Terbaru The Scandal

09/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202329,010 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,880 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,852 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?