RELUNG.ID — Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Sumatra Selatan (Sumsel) pada tahun 2024 tetap kuat, berada di kisaran 4,9 persen – 5,7 persen (year on year), melebihi estimasi pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 4,7 persen – 5,5 persen.
Hal ini diungkapkan oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Selatan, M Latif, dalam pernyataannya pada Senin (4/3/2024).
Menurut M Latif, optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Sumsel tahun 2024 didasarkan pada dua faktor utama, yaitu faktor pendorong dan faktor penahan. Dari sisi pendorong, perkembangan ekonomi Sumsel akan didukung oleh penyelesaian proyek-proyek strategis nasional, terutama dalam sektor infrastruktur seperti bendungan dan irigasi.
“Selain itu, agenda pemilihan umum, kondisi cuaca yang terkendali, optimalisasi lahan tambak, proyek pengembangan angkutan batubara di Tanjung Enim-Keramasan oleh PTBA, dan pembangunan pabrik tisu di Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi, “kata dia.
Namun, dari sisi penahan, terdapat sejumlah kondisi yang berpotensi memengaruhi ekonomi Sumsel, seperti peningkatan tensi geopolitik yang berdampak pada volatilitas harga dan nilai tukar, krisis real estate di Tiongkok sebagai negara tujuan ekspor, over supply minyak global, penurunan produksi batubara tahun 2024, ekspansi energi baru terbarukan (EBT) untuk mendukung net zero emission, dan risiko dari pemilihan umum.
“Pemilihan umum masuk ke dalam faktor penahan, karena bergejolaknya situasi pemilu dapat berdampak pada perekonomian. Oleh karena itu, perlu diwaspadai dan diawasi agar berjalan lancar,” ungkap M Latif. [RG]

