RELUNG.ID — Peristiwa tragis kecelakaan air kembali mengguncang perairan Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), saat sebuah getek kecil yang membawa satu keluarga terperangkap dalam badai ombak dan angin kencang.
Akibat kejadian tersebut, dua orang ditemukan tewas setelah terbawa arus sejauh 5 kilometer.
Kombes Andreas Kusmaedi, Direktur Polairud Polda Sumsel, mengonfirmasi peristiwa tersebut pada Selasa (5/3/2024). Dua korban yang diketahui bernama Ridwan (59) dan Suwito (47) berhasil ditemukan pada pagi hari.
“Iya benar, untuk dua korban (Ridwan dan Suwito) yang hilang sudah ditemukan pagi ini,” ujar Kombes Andreas.
Menurut penjelasan Andreas, kecelakaan terjadi ketika perahu getek kecil yang ditumpangi keluarga tersebut karam akibat terjangan ombak besar dan angin kencang saat melintas di Muara Sungai Alahan, Perairan Muara Kumbang, Dusun 2, Desa Pematang Palas, Kecamatan Banyuasin 1, ll Banyuasin, Sumsel.
Insiden itu terjadi pada Minggu (3/3) sekitar pukul 16.30 WIB ketika perahu hendak menyeberang dari Dusun Alahan menuju Desa Pematang Palas, Muara Kumbang.
Dalam kecelakaan tersebut, Herman Wahab (55) selamat bersama dengan Rudi (30), sementara Ridwan dan Suwito dilaporkan tenggelam. Tim SAR gabungan dari Basarnas TNI/Polri, BPBD, dan masyarakat segera melakukan pencarian.
“Hari ini (5/3) sekitar pukul 09.00 WIB, Tim SAR Gabungan dari Dit Polairud Pos Muara Kumbang dan Basarnas dibantu keluarga korban telah menemukan dua korban yang tenggelam dalam keadaan meninggal dunia di Perairan SST Selat Ajaran, Kecamatan Banyuasin 1, Kabupaten Banyuasin, sekitar 5 kilometer dari lokasi kejadian,” jelasnya.
Jenazah kedua korban telah dievakuasi ke rumah duka, dan atas permintaan keluarga, tidak dilakukan autopsi. Peristiwa ini menjadi duka yang mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat setempat, serta mengingatkan akan pentingnya keselamatan dalam melakukan perjalanan laut. [RG]

