RELUNG.ID – Di awal pacaran pria memperlakukan wanitnya seperti putri selalu memperhatikan dan sangat romatis. Namun setelah berpacaran tiba-tiba banyak pria yang tidak lagi romatis.
Dilansir dari beautynesia ini 3 faktor penyebab terjadinya berubahan tersebut. Simak dibawah ini :
1. Fase Honeymoon Telah Usai
Fase honeymoon ini tidak hanya dirasakan oleh orang-orang yang sudah menikah. Menurut Spencer L. James, Pakar Hubungan Keluarga dari Brigham Young University, semua manusia yang jatuh cinta pasti mengalami fase honeymoon. Tidak peduli apakah ia sudah menikah atau belum.
Fase honeymoon ini merupakan fase yang menyenangkan karena kedua belah pihak masih berusaha mengenal satu sama lain. Namun sayangnya, fase honeymoon ini hanya bertahan 3 hingga 6 bulan saja.
Semakin kamu mengenal pasangan, maka minatmu juga semakin menghilang. Sama seperti ketika kamu excited dengan gadget baru, setelah 3 bulan biasanya perasaan kamu jadi biasa saja. Hal ini adalah reaksi yang wajar dan dimiliki semua orang.
Baca Juga: Kalian Harus Tahu! Ini 3 Manfaat Air Putih untuk Kulit Wajah
2. Dorongan Hormonal Mulai Berkurang
Michael Gurven menjelaskan dalam jurnal ilmiahnya yang berjudul “Why Do Men Hunt: A Reevaluation of ‘Man the Hunter’ and The Sexual Division of Labour” bahwa pria adalah kaum pemburu. Ada dorongan hormonal yang membuatnya mengerahkan seluruh tenaga demi mendapatkan sesuatu.
Dorongan hormonal yang dimaksud adalah hormon seksual yang mencakup naluri biologis untuk mendapatkan pasangan. So, effort besar yang pasangan berikan di awal seperti rela mengantar jemput, mentraktir, telepon berjam-jam dan lain-lain tidak terasa melelahkan karena otak pria dipengaruhi hormon seksual yang bergejolak.
Nah, setelah pria sudah mendapatkan perempuan idamannya, hormon seksual tersebut mulai berkurang. Dan di sinilah perasaan lelah mulai terasa dan disadari oleh para pria. Sehingga mengakibatkan sikap yang berbeda, tidak semenggebu-gebu dulu.
Baca Juga: Ini 10 Manfaat Jus Melon, Bisa Atasi Kram Otot
3. Masa PDKT yang Terlalu Singkat
Menurut Spencer L. James, semakin cepat mengenal pasangan lebih jauh, maka kamu semakin cepat bosan dengannya. Memang menyenangkan bisa cepat akrab dengan gebetan. Kamu akan menganggap perjalanan cinta kamu dan si dia, berjalan mulus. Namun sebenarnya, ketika dua orang saling tertarik sejak awal, sisanya hanyalah rutinitas dan intensitas untuk membawa hubungan tersebut ke tingkat lebih lanjut.
Terlalu cepat tahu kehidupan pasangan membuat ketertarikan menjadi berkurang. Pada akhirnya, kamu dan pasangan sudah tahu pola kegiatan masing-masing yang mengakibatkan kebosanan. Kamu dan pasangan menghabiskan semua energi di awal hubungan yang mengakibatkan kelelahan di tengah perjalanan.

