RELUNG.ID – Kualitas udara di Palembang semakin memburuk. Hal ini disebabkan kabut asap dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel akan memperpanjang Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).
Perpanjangan TMC ini berlaku hingga 24 Oktober mendatang.
Baca Juga: 3 Tips Menghidupkan Mobil dengan Aki Soak
Kepala BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana mengatakan, TMC ini sebenarnya telah dilakukan sejak 13 Oktober dan berakhir hari ini Selasa, 17 Oktober.
Namun, dikarenakan titik api kembali meningkat sehingga TMC harus diperpanjang.
“Kami sudah berkoordinasi dengan BNBP untuk memperpanjang TMC ini, dan suratnya akan kami terima hari ini,” katanya.
Baca Juga: Hadirkan Baterai 6.000 mAh, Honor Play 8T Siap Mulai Debutnya
Dia mengatakan, perpanjangan ini dilakukan sejak 18 Oktober hingga 24 Oktober mendatang. Diharapkan dengan perpanjangan ini dapat menurunkan titik api di Sumsel.
Berdasarkan pantauan, saat ini titik api di Sumsel berjumlah 1.044 yang tersebar di Ogan Komering Ilir (OKI) sebanyak 599 titik, Banyuasin sebanyak 127 titik, Musi Banyuasin (Muba) sebanyak 77 titik.
Lalu, Musi Rawas Utara (Muratara) sebanyak 57 titik dan Ogan Ilir sebanyak 31 titik.
Baca Juga: Ini 4 Nakama Topi Jerami Bisa jadi Monster Atasi Gorosei
“Saat ini petugas juga masih terus dilapangan untuk membantu pemadaman karhutla,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Palembang yang sempat membaik. Kini, kembali memburuk.
Berdasarkan data dari KLHK, ISPU di Palembang masuk kategori memburuk dengan angka 367 pada pukul 18.00 WIB. Angka ISPU tersebut berada dalam kategori berbahaya.

