RELUNG.ID – Konflik yang terjadi antara Israel-Hamas yang terjadi sejak 7 Oktober lalu telah menelan korban jiwa.
Tak hanya masyarakat sipil dan tentara tetapi juga jurnalis yang tengah bekerja dalam wilayah konflik tersebut.
Tercatat setidaknya ada 12 jurnalis yang tewas dalam konflik ini.
Baca Juga: ‘Strong Girl Nam Soon’ Cetak Rekor Penonton Tertinggi
Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) merilis laporan yang mengungkapkan bahwa jurnalis di Gaza menghadapi risiko tertinggi ketika mereka berusaha memberikan liputan langsung tentang konflik berdarah ini.
“CPJ menekankan bahwa jurnalis adalah warga sipil yang melakukan pekerjaan penting selama krisis dan tidak boleh menjadi sasaran pihak-pihak yang bertikai,” kata Koordinator Program CPJ di Timur Tengah dan Afrika Utara, Sherif Mansour.
Dari 12 jurnalis yang telah meninggal, 10 diantaranya berasal dari Palestina, sementara satu lainnya adalah warga negara Israel.
Baca Juga: Date A Live V Rilis 2024 Mendatang, Ada Karakter Baru
Sedangkan, satu lagi merupakan jurnalis Reuters yang berbasis di Beirut.
“Wartawan melakukan pengorbanan besar di seluruh wilayah untuk meliput konflik penting ini. Langkah-langkah untuk memastikan keselamatan mereka harus diambil oleh semua pihak untuk menghentikan jumlah korban jiwa yang mematikan dan besar ini,” pungkasnya.

