RELUNG.ID — Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumatera Selatan (Sumsel) baru-baru ini menerima informasi mengenai ribuan bangkai ayam yang mencemari Sungai Musi Rawas, Sumatera Selatan. Diperkirakan ayam-ayam tersebut mati akibat pemadaman listrik yang terjadi.
Menurut Kepala DKPP Sumsel, Ruzuan Effendi, jumlah ayam yang mati mencapai sekitar 7.000 ekor. Bangkai-bangkai ayam tersebut ditemukan mengapung di bagian hulu dan hilir sungai di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Muara Lakitan, dan sudah berada di sungai selama dua hari sejak Kamis (28/2).
“Dari keterangan yang kami terima, kemungkinan besar penyebab kematian ayam ini adalah pemadaman listrik,” ungkap Ruzuan Effendi.
Ia menjelaskan bahwa para peternak ayam di wilayah tersebut kemungkinan menggunakan pola ternak close house, yang mana sangat bergantung pada aliran listrik untuk menjalankan blower.
Pemadaman listrik ini menyebabkan blower tidak berfungsi dan membuat ayam-ayam mati. Meskipun belum pasti apakah peternak memiliki genset sebagai cadangan listrik, Ruzuan menegaskan bahwa para pengusaha seharusnya memiliki genset sebagai antisipasi terhadap pemadaman listrik.
“Kita belum tahu pasti kendala mereka, tapi seharusnya mereka punya genset,” tambahnya.
Saat ini, pihak terkait di daerah masih menunggu langkah apa yang akan diambil terkait dengan kejadian ini. Apakah akan dilakukan pengangkatan bangkai ayam untuk dikuburkan atau langkah lainnya.
“Ini ranahnya mereka yang ada di daerah, saya belum tahu akan diapakan. Di lokasi sudah ada polisi, pihak Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Peternakan, dan lain-lain,” jelas Ruzuan.[RG]

