RELUNG.ID — Kombes Pol Harryo Sugihhartono, Kapolrestabes Palembang, mengungkapkan bahwa dugaan ledakan kapal motor jukung di Sungai Musi berasal dari kapal tersebut sendiri.
“Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sementara, ledakan berasal dari perahu jukung, sedangkan kondisi SPBB Terapung di lokasi hanya mengalami kerusakan ringan, ” kata dia, Selasa 2 April 2024.
Meskipun ada kerusakan pada kapal, untungnya tidak ada api yang menyambar SPBB dan menyulut ledakan baru. Hasil pemeriksaan juga menunjukkan bahwa tidak ada bagian dari SPBB yang rusak, sehingga sisa bahan bakar minyak (BBM) seperti solar dan pertalite tidak perlu dievakuasi.
“Namun, penyebab pasti dari ledakan tersebut masih belum dapat dipastikan. Petugas akan melakukan olah TKP lebih lanjut untuk mencari tahu penyebab pastinya, ” kata dia.
Peristiwa tersebut bermula saat perahu jukung yang dikemudikan oleh Askolani melakukan aktivitas bongkar BBM di lokasi tersebut. Pukul 18.00 WIB, SPBB Terapung tutup, tetapi perahu tetap bersandar di lokasi.
“Sekitar pukul 20.00 WIB, terjadi ledakan yang berasal dari badan perahu jukung,” kata dia.
Harryo menyebutkan dampak ledakan tersebut menyebabkan Askolani meninggal dunia karena tenggelam, sementara dua ABK lainnya, Dedi dan Krisna, mengalami luka-luka dan sedang dalam perawatan di rumah sakit.
“Sedangkan satu ABK lagi bernama Endut masih dalam proses pencarian, ” kata dia.
“Kami juga memastikan bahwa SPBB telah disterilkan untuk mencegah terjadinya ledakan baru setelah kejadian tersebut, “tambah dia.[RG]

