RELUNG.ID — Tentara Israel telah mengakui bahwa serangan yang menargetkan tujuh petugas kemanusiaan dari World Central Kitchen (WCK) di Jalur Gaza seharusnya tidak terjadi.
Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pada Jumat (5/4), militer Israel mengatakan bahwa serangan tersebut merupakan kesalahan identifikasi yang keliru dan tidak disengaja.
Menurut pernyataan militer Israel, pasukan mereka keliru menargetkan tiga kendaraan WCK karena adanya dugaan keberadaan militan Hamas di lokasi tersebut.
Namun, pada kenyataannya, kendaraan tersebut hanya berisi pekerja bantuan kemanusiaan yang tidak bersalah. Serangan itu mengakibatkan tujuh petugas kemanusiaan tewas.
Militer Israel juga mengakui bahwa serangan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap perintah dan Prosedur Operasi Standar (POS) tentara Israel.
Mereka menyatakan bahwa serangan terhadap kendaraan bantuan adalah sebuah kesalahan besar yang disebabkan oleh kesalahan identifikasi dan keputusan yang salah.
Sebagai tanggapan atas insiden tersebut, beberapa komandan militer akan diberhentikan dari jabatannya, dan komandan Komando Selatan juga akan ditegur secara resmi.
Insiden ini terjadi di tengah eskalasi konflik antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza, yang telah menelan korban jiwa dan menyebabkan kehancuran massal.
Konflik ini telah menyebabkan krisis kemanusiaan yang serius di wilayah tersebut, dengan belasan ribu warga Palestina tewas dan terluka serta infrastruktur yang hancur.
Kejadian ini menyoroti pentingnya menghindari serangan yang tidak tepat sasaran dan menegaskan perlunya kepatuhan terhadap hukum kemanusiaan internasional dalam situasi konflik bersenjata.

