RELUNG.ID — Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) belum menyelesaikan pemeriksaan terhadap 423 aset kendaraan milik Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada akhir Maret lalu.
Pencocokan data untuk mengetahui kondisi dan keakuratan kendaraan tersebut akan dilanjutkan kembali pada Jumat (19/4/2024) mendatang.
Sandi Fahlevi, Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Setda Provinsi Sumsel, mengungkapkan bahwa dari pemeriksaan sebelumnya pada Sabtu, 30 Maret lalu, BPK telah memeriksa 363 kendaraan, namun masih tersisa 60 unit lagi yang belum dicocokkan datanya.
Kendala waktu menjadi faktor utama yang menyebabkan pemeriksaan sebelumnya tidak selesai dalam sehari seperti yang ditargetkan.
“Kita harapkan sisa kendaraan yang belum dicocokkan datanya bisa selesai dan sesuai dengan data yang ada,” ujar Sandi Fahlevi.
Sebelumnya, dilaporkan bahwa pemeriksaan dilakukan terhadap 423 unit kendaraan milik Setda Sumsel, termasuk kendaraan operasional yang digunakan oleh Pj Gubernur Sumsel, Agus Fatoni.
Pemeriksaan tersebut dilakukan dengan mencocokkan rangka mesin dengan STNK, serta mengecek fisik kendaraan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kegiatan reguler yang dilakukan setiap tahun untuk memastikan kondisi dan keakuratan data aset yang dimiliki oleh Pemrov Sumsel.[RG]

