RELUNG.ID – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumsel berdampak pada kualitas udara di Palembang.
Tercatat sejak beberapa hari terakhir, kualitas udara di Palembang meningkat ke level berbahaya.
Kualitas udara berbahaya ini terjadi sejak pukul 04.00 WIB dan mengalami penurunan mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB.
Baca Juga: Lee Dong Wook dan Im Soo Jung Mencari Cinta dalam Film Terbaru ‘Single in Seoul’
Berdasarkan pemantauan kualitas udara di Musi 2 Palembang yang dikutip dari website resmi BMKG, Rabu (27/9). Konsentrasi partikulat atau PM 2.5 pada pukul 04.00 WIB yaitu melebihi 400 Ugram/m3.
Kemudian, pada pukul 07.00 WIB menurun menjadi 320 Ugram/m3, dan saat ini berada kembali ke level tidak sehat yaitu 88.30 Ugram/m3,
“Memburuknya kualitas udara ini karena asap karhutla terbawa angin ke arah Palembang,” kata Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, Rabu (27/9).
Baca Juga: Komik Danmachi Memoria Freese Bakal Berakhir November.
Kondisi ini menurutnya akan terus berlangsung sepanjang September. Karena, kemarau akan terus terjadi yang menyebabkan potensi titik api. Ditambah lagi kekeringan makin meluas.
Pihaknya yang semula memprakirakan potensi awan hujan muncul pada 20 September. Namun, kini mengecil sehingga keberhasilan terjadinya hujan semakin menurun.
“Kami mengimbau untuk menghindari aktivitas pada dini hari. Kemudian, memulai aktivitas pukul 09.00 WIB,” pungkasnya.

