RELUNG.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terus melakukan monitoring cuaca di Sumsel, diantaranya yaitu monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH).
Berdasarkan hasil monitoring, terdapat wilayah di Sumsel yang sudah 70 hari tanpa hujan yaitu Kabupaten OKI.
OKI menjadi wilayah paling kering yang ada di Sumsel hingga Rabu kemarin (20/9).
Baca Juga: Xiaomi Redmi Note 13 Pro Hadir dengan Kombinasi Memori Tingkat Tinggi dan Pengisian Cepat 120W
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis mengatakan, kondisi yang terjadi di OKI ini menunjukkan kekeringan meteorologis pada wilayah tersebut telah mencapai kekeringan hidrologis.
“Ini dapat diamati dengan turunnya tinggi air permukaan dan muka air pada Sungai ataupun rawa yang ada,” katanya, Kamis (21/9).
Menurutnya, hujan yang terjadi di Sumsel sejak beberapa hari terakhir belum secara merata membasahi lahan-lahan yang kering.
Baca Juga: Jet eVTOL Pertama di Dunia Siap Hadir pada Akhir Tahun Ini
Bahkan, meskipun terdapat peluang hujan 10 hari kedepan. Namun, intensitasnya masih rendah dan belum merata.
“Karena itu, ini dapat menyebabkan tingginya potensi tingkat kebakaran pada wilayah tersebut,” ujarnya.
Dengan tingginya potensi tingkat kebakaran. Hal ini juga mempengaruhi penurunan kualitas udara. Khususnya di wilayah Palembang hingga Musi Banyuasin (Muba).
Baca Juga: Spoiler One Piece 1093: Usopp Dicekik Kizaru Mata Luffy Melotot
Karena, arah angin yang berhembus itu dari Timur dan Tenggara menuju arah Utara sehingga asap terbawa ke wilayah Palembang hingga Muba
“Kami imbau masyarakat untuk menghindari kegiatan yang memicu kebakaran lahan di lingkungannya. Serta, gunakan masker dan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar ruangan,” imbaunya.

