RELUNG.ID – Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang sempat menyabet predikat sebagai kabupaten terkaya di Indonesia hingga kini masyarakatnya belum lepas dari jerat kemiskinan.
Hal ini dibuktikan dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel 2023. Dimana, Persentase tingkat kemiskinan di Muba mencapai angka 14,90 persen.
Angka tersebut berada di tingkat ketiga dari 17 Kabupaten/Kota se Sumsel setelah Muratara dan Lahat.
Kondisi ini sangat disayangkan oleh Direktur Eksekutif Suara Rakyat Sriwijaya (SIRA), Rahmat Sandi mengingat, Kabupaten Muba kaya akan Sumber Daya Alam (SDA) mulai dari minyak, gas hingga perkebunan. Namun, masyarakatnya belum lepas dari ancaman kemiskinan.
“Tahun 2023 lalu, APBD Muba itu tembus lebih dari Rp4 triliun,” katanya saat dibincangi, Jumat kemarin (19/4).
Menurutnya, ancaman kemiskinan masyarakat di Muba ini tidak lepas dari prilaku koruptif para pejabatnya. Sehingga, kekayaan Muba tidak terdistribusi dengan baik kepada masyarakat.
“Kita lihat sendiri dalam satu dekade ini, rekam jejak jabatan Bupati Muba ini tidak lepas dari isu korupsi. Bahkan, dua bupati sebelumnya harus lengser sebelum jabatan berakhir dikarenakan Operasi Tangkap Tangan (OTT),” terangnya.
Di tahun 2015, OTT korupsi menyeret Bupati Muba saat itu Pahri Azhari beserta istrinya Lucianty. Kemudian, pada tahun 2022, kasus OTT korupsi kembali mengguncang Muba, yang melibatkan Bupati Dodi Reza bersama pejabat Dinas PUPR dan pihak swasta.

