RELUNG.ID – Aktivitas angkutan batubara kerap menimbulkan dampak negatif bagi warga, mulai dari kemacetan, debu hingga pencemaran lingkungan.
Karena itu, warga pun meminta pemerintah agar berpihak ke masyarakat dengan menertibkan angkutan batubara yang masih melintas di jalan umum.
Demikian terungkap saat reses anggota Dapil VI DPRD Sumsel, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: OnePlus Pad Hadir dengan Harga Terjangkau, Yuk Intip Desainnya dan Keunggulannya
Koordinator reses Dapil VI, Syamsul Bahri mengatakan ada beberapa lokasi yang telah didatangi. Mulai dari PALI, Muara Enim dan Kota Prabumulih.
Dari hasil dialog ini, mereka kesal dengan kondisi truk angkutan batubara yang melibtas di jalan umum.karena ini menyebabkan kemacetan panjang, debu dan lain sebagainya.
“Kondisi ini juga memicu meningkatnya penyakit ISPA di Kelurahan Air Lintang, Kecamatan Muaraenim,” katanya.
Baca Juga: Bulan Depan, Episode Spesial Anime My Hero Academia ‘UA Heroes Battle’ Bakal Tayang
Selain itu, mengeluhkan angkutan batubara, warga juga meminta perbaikan jalan dan drainase di beberapa lokasi.
Serta penambahanan jaringan dan trafo. Semua aspirasi ini nantinya yang disampaikan warga sudah dirangkum dan dipilah.
“Kita akan disampaikan kepada Gubernur Sumsel melalui rapat paripurna sementara yang menjadi kewenangan kabupaten/kota akan diteruskan ke Bupati Muaraenim dan Walikota Prabumulih,”katanya.

