RELUNG.ID — Indonesia berhasil membuka keunggulan pada menit 15 melalui gol yang dicetak oleh Rafael Struick. Struick, pemain Ado den Haag, berhasil melepaskan tembakan yang tak terjangkau oleh Baek Jong-bum, kiper Korea Selatan, dan membawa bola masuk ke pojok kiri atas gawang.
Setelah keunggulan tersebut, Korea Selatan langsung meningkatkan serangan mereka. Namun, barisan pertahanan Garuda Muda yang terdiri dari Rizky Ridho, Komang Teguh, dan Justin Hubner bermain dengan sangat disiplin, sehingga serangan-serangan dari Taeguk Warriors berhasil dipatahkan.
Indonesia kemudian mendapat momentum untuk menambah keunggulan pada menit 31, tetapi usaha Marselino Ferdinan masih belum membuahkan hasil. Sebelum melepaskan tendangan, Ferdinan melakukan kerja sama satu-dua dengan Rafael Struick.
Namun, menjelang akhir babak pertama, Korea Selatan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Bek Indonesia, Komang Teguh, berusaha menghalau bola yang disundul oleh Eom Ji-sung, tetapi sayangnya bola malah berubah arah dan membuat Ernando Ari, kiper Indonesia, terkecoh.
Tidak lama setelah gol balasan dari Korea Selatan, Indonesia kembali unggul. Hanya tiga menit setelah gol dari lawan, Rafael Struick mencetak gol keduanya alias brace, sehingga Garuda Muda berhasil menutup babak pertama dengan keunggulan 1-2.
Di babak kedua, Indonesia tetap menekan meski dalam posisi unggul. Pada menit 54, Rafael Struick mendapat peluang untuk mencetak hattrick, tetapi sepakannya masih melebar. Struick kembali mendapat peluang di menit 56, tetapi lagi-lagi sepakannya melebar.
Pada menit 69, wasit memberikan kartu merah untuk pemain Korea Selatan U-23, Lee Young-jun, setelah melanggar Justin Hubner. Meskipun dicek oleh VAR, Lee terlihat menginjak kaki Hubner dengan jelas.
Meskipun unggul satu pemain, Garuda Muda terlalu lengah. Melalui serangan balik, Jeong Sang-bin berhasil mencetak gol untuk Korea Selatan sehingga skor menjadi 2-2. Pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan atau extra time.
Di paruh pertama babak tambahan, kedua tim tidak banyak menciptakan peluang karena tempo permainan menurun akibat faktor stamina pemain yang terkuras. Indonesia hampir saja mencetak gol ketiga melalui sepakan Witan Sulaeman, tetapi bola masih melambung di atas gawang.
Di babak kedua extra time, pelatih Shin Tae-yong memasukkan Ramadhan Sananta untuk menggantikan Witan Sulaeman. Indonesia terus menekan dengan tambahan tenaga baru seperti Sananta, Jeam Kelly Sroyer, dan Arkhan Fikri.
Pada menit 109, Justin Hubner memiliki peluang emas, tetapi tendangannya berhasil ditepis oleh Baek Jong-bum. Bola liar kemudian disambar oleh Kelly, tetapi sayangnya masih melambung.
Nathan Tjoe-A-On juga mendapat kesempatan pada menit 113 melalui tendangan jarak jauh, tetapi bola hanya bergulir tipis di atas gawang Korea Selatan.
Setelah dua babak tambahan, skor tetap 2-2 dan pemenang harus ditentukan melalui adu penalti. Indonesia menunjukkan mental yang lebih baik dan akhirnya berhasil menang 11-10 atas Korea Selatan, memastikan tempat mereka di semifinal dan membuka peluang lolos ke Olimpiade Paris 2024.

