RELUNG.ID – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus terjadi hampir setiap tahun.
Berbagai upaya telah dilakukan oleh semua pihak untuk mencegah dan mengendalikan karhutla ini.
Meski demikian, karhutla tetap terjadi apalagi adanya fenomena El Nino saat ini.
Baca Juga: Range Rover PHEV Rilis, Harganya Diatas Rp5 Miliar
Demikian diungkapkan Gubernur Sumsel, Herman Deru saat memberikan sambutan dalam rakor pengendalian karhutla yang dihadiri langsung Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman, Jumat (8/9).
Dia mengatakan, Karhutla ini merupakan cerita klasik yang berulang setiap tahunnya. Banyak upaya yang dilakukan semua pihak mulai dari TNI, Kepolisian, Manggala Agni hingga Pengadilan negara.
“Semua sudah bekerja sesuai tupoksinya masing-masing,” katanya.
Baca Juga: Selain Honda! Ini 3 Daftar Harga Skutik Murah
Hanya saja, menurutnya ada permasalahan administrasi yang terjadi sehingga kondisi ini terus berulang.
Dia menjelaskan, ada suatu titik yang yang wilayahnya lebih 1,5 juta hektar yaitu di OKI. Menurutnya, wilayah ini sudah seharusnya dimekarkan, karena seluas dengan Pemprov Bangka Belitung, padahal hanya satu kabupaten.
“Bisa dibayangkan, cuma sebatas kabuaten tapi luasnya seperti provinsi dan medannya luas biasa. Gambutnya juga paling luas,” katanya.
Baca Juga: Huawei Mate X5 Bawa RAM 16GB dan Penyimpanan 1TB
Dia berharap, kedepan diperlukan kesadaran semua pihak untuk menjaga atau tidak melakukan pembakaran secara sembarangan sehingga dapat memicu terjadinya kebakaran yang tidak terkendali.
Peranan beberapa lembaga swadaya masyarakat, yang peduli dengan permasalahan lingkungan khususnya kebakaran hutan dan lahan juga merupakan bagian penting dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan.
Dia juga berharap dengan kedatangan Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman ini dapat memberikan solusi reduksi asap ini.
Baca Juga: Xforce Benar-benar Aman! Ada Mode yang Bisa Sesuaikan Kondisi Jalan
“Yang jelas ada perbedaan dengan provinsi tetangga dalam hal ini masalah luasan,” pungkasnya.

