RELUNG.ID — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan mengingatkan masyarakat akan potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi pada tanggal 1-4 Mei mendatang.
Cuaca ini dipengaruhi oleh aktivitas gelombang ekuatorial seperti Kelvin dan Rossby serta Madden Julian Oscillation (MJO) di wilayah Indonesia.
Menurut Korbid Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Veronica Sinta Andayani, pada periode cuaca ekstrem tersebut, potensi hujan turun dengan intensitas bervariasi. Namun, hujan akan disertai angin kencang dan kilat atau petir masih terjadi.
“Masyarakat diharapkan waspada terhadap cuaca ekstrem ini atau akumulasi hujan yang terjadi cukup lama dan terus menerus yang dapat menimbulkan banjir, luapan sungai serta longsor,” katanya, Selasa (30/4/2024).
Beberapa daerah yang dinilainya perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir dan longsor adalah wilayah Barat Sumsel seperti OKU Selatan, OKU, Muara Enim, Lahat, Pagar Alam, Empat Lawang, Musi Rawas Utara (Muratara), dan Musi Rawas (Mura).
“Karena sering hujan, tanah menjadi tidak stabil dan rawan longsor terutama di wilayah perbukitan,” jelasnya.
Sementara untuk wilayah timur Sumsel, dia juga meminta kewaspadaan terhadap banjir atau genangan yang akan terjadi di Palembang, Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin, PALI, dan Ogan Ilir.
“Informasi kepada Pemda akan disampaikan melalui rilis secara berkala. Kita berharap Pemda selalu antisipasi dengan masih adanya cuaca ekstrem yang akan terjadi di Sumsel,” ujarnya.[RG]

