RELUNG.ID – Kondisi kemarau yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir membuat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) makin meluas.
Karhutla ini tak terkecuali terjadi juga di wilayah Musi Banyuasin (Muba).
Karena itu, Pemkab Muba mengaktifkan tim patroli satgas pencegahan di wilayahnya.
“Saya ingatkan, kepada seluruh stakeholder termasuk perusahaan untuk menjaga wilayahnya dari ancaman karhutla,” tegas Pj Bupati Muba, Apriyadi, Jumat (1/9).
Dia menegaskan, karhutla merupakan tanggung jawab bersama dan menjadi atensi bagi seluruh jajaran pemerintah daerah, mengingat untuk wilayah Sumsel saat ini tengah memasuki puncak musim kemarau.
“Ini tanggungjawab bersama untuk menjaga kabupaten Muba agar jangan sampai terjadi Karhutbulah yang besar,” katanya.
Baca Juga: Review Mitsubishi XForce Ultimate 2023, Berikan Kemudahan Penyimpanan dan Fleksibilitas
Apriyadi pun menekankan, kepada pihak perusahaan dalam Muba untuk memberdayakan masyarakat sekitar perusahaan dalam melakukan pencegahan Karhutbulah.
Terutama di wilayah rawan kebakaran seperti Desa Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir yang memiliki lahan gambut yang cukup luas.
“Tolong aktifkan tim patroli dan ingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan kebun dan lahan,” ujarnya.
Baca Juga: Ini 6 Tanda Pria Cinta kepada Satu Pasangan saja
Selain itu, dia juga meminta kepada pemegang konsesi untuk benar-benar memperhatikan wilayahnya. Karena terjadinya karhutla 90 persen disebabkan manusia.
Sementara, Kepala BPBD Muba, Pathi Riduan mengungkapkan, titik hotspot di Muba per Agustus 2023 berjumlah 269 yang tersebar di beberapa kecamatan.
Dia mengaku, pihaknya sudah siap baik personel maupun sarana dan prasaran dalam penanganan Karhutla ini.
Baca Juga: PlayStation Portal Dirilis 15 November Mendatang, Sudah Dapat Dipesan Sekarang Lho!
“Dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla ini kami membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat desa dan pihak perusahaan, karena mereka yang mengetahui lebih awal terjadinya bencana ini,” pungkasnya.

