RELUNG.ID – Presiden RI, Joko Widodo telah memutuskan untuk menaikkan insentif fiskal atau Dana Insentif Daerah (DID) di tahun 2024 mendatang.
Hal ini dikarenakan untuk memacu daerah agar terus bekerja secara detail, teliti, dan antisipatif terhadap perubahan iklim dan disrupsi rantai pasok.
Demikian diungkapkan Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati dalam akun instagramnya @smindrawati, Kamis (31/8).
Baca Juga: Ini 5 Zodiak Memiliki Cinta Sedalam Lautan
Pada tahun 2023 ini, para Kepala Daerah di berbagai wilayah Indonesia yang mampu mengendalikan inflasi secara baik dan stabil diberikan reward DID dengan anggaran insentif daerah untuk inflasi sebesar total 1 triliun rupiah.
Melalui insentif tersebut, Menkeu mengharapkan pemda mampu secara aktif memantau dan mengendalikan pergerakan harga, terutama komoditas pangan seperti beras, ayam, telur, cabe, ikan, dan sebagainya.
“APBD juga dapat digunakan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan menstabilkan harga,” katanya.
Baca Juga: Jangan Salah Beli! Ini Daftar Motor Listrik yang Disubsidi Pemerintah
Dengan upaya tersebut, diharapkan daya beli rakyat terus terjaga. Selain itu, Mendagri dan Kemendagri secara konsisten melakukan rapat koordinasi mingguan dengan Kepala Daerah untuk memonitor dan menjaga komitmen daerah mengendalikan inflasi.
Dia juga mengaku, pengendalian inflasi di Indonesia ini dilakukan dengan kerjasama yang erat antara Pemerintah pusat, pemda, dan Bank Indonesia.
Bukan hanya mengandalkan instrumen moneter, tetapi banyak menggunakan dan mengandalakn instrumen fiskal.
Baca Juga: Kim Dong Wook Tulis Surat untuk Penggemarnya, Isinya Begini
“Pemerintah pusat nantinya juga akan memberikan bantuan kepada 21 juta lebih keluarga atau kelompok paling rentan,” pungkasnya.

