RELUNG.ID – Shikamaru Nara terus menunai kritikan selama menjadi Hokage kedelapan karena sosoknya dinilai masih kurang layak untuk menjadi Hokage kedelapan desa Konoha.
Ini 4 kekurangan Shikamaru Nara dari Hokage terdahulu. Simak dibawah ini :
1- Pintar tapi tidak bijaksana
Shikamaru Nara memang memiliki kepintaran dan juru taktik terbaik saat dalam keadaan mendesak. Namun Shikamaru Nara lebih menerapkan pemikirannya kepada fakta dan data bukan intuisi.
Padahal sosok pemimpin yang bijaksana memberikan keputusan tidak selalu berpegangan dengan data dan fakta. Tetapi intuisi yang berhubungan dengan beragam aspek kehidupan karena keputusannya akan berdampak kepada orang banyak.
Baca Juga: Ini Umur-umur Keluarga Uzumaki di Time Skip
Para hokage terdahulu mengambil keputusan berdasarkan kebijaksanaan bukan kepitaran. Karena prinsip utama desa Konoha ada adalah ikatan, generasi baru, semangat api dan masa depan desa. Semua itu bukan perasa dari kepintaran tetapi prinsip dasar dari munculnya desa Konoha yang dibangun oleh Hokage pertama.
2- Terlalu taat dengan aturan desa
Kekuranga kedua Shikmaru Nara dia terlalu statis tidak fleksibel karena terlalu taat dengan aturan desa. Padahal aturan desa itu hanya catat sebagai patokan. Hal ini membuat Shikamaru sulit mengatasi insiden hilangnya Naruto secara tepat.
3- Bukan hokage terkuat di era nya
Kekurangan Shikamaru berikutnya dia adalah Hokage terlemah dan bukan terkuat di eranya. Karena pemimpin sebuah desa biasanya harus dipegang oleh orang terkuat di desa tersebut.
Baca Juga: FAKTA BORUTO: Kawaki Sebenarnya Iri dengan Boruto
Karena dunia shinobi bukan murni dunia politik pemimpin yang itulah yang bisa menjaga desa. Karena Hokage seharusnyab adalah pemimpin terkuat di era nya.
Seperti Minato Namikaze dia adalah Hokage terkuat di eranya bahkan melampaui gurunya Jiraiya. Dia menjadi Hokage karena di eranya Minato Namikaze adalah shinobi jenius bukan shinobi yang memiliki kecerdasan jenius.
4- Tidak punya patner selain Naruto
Kekurangan terakhir Shikamaru Nara dia tidak memiliki parnet. Jadi saat tidak bisa melakukan sesuatu atau tidak bisa mengatasi masalah dia seharusnya berbagi tugas dengan patner.
Tidak seperti Naruto Uzumaki saat menjadi Hokage ketujuh dia sudah mendapatkan dan memilih parnet sendiri. Saat itu Naruto Uzumaki memilih Shikamaru Nara sebagai parnetnya. Jadi Naruto Uzumaki sudah tahu kemelahannya dan itu akan isi oleh parnetnya.
Sedangkan Shikamaru Nara tidak memiliki partner seperti yang dilakukan Naruto Uzumaki saat menjadi Hokage ketujuh.

